Dinkes DKI Jamin Covid-19 Varian Arcturus Belum Masuk ke Jakarta

Ngabila meminta seluruh warga Jakarta untuk tidak panik. Sebab, kondisi Covid-19 sudah terkendali.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Dinkes DKI Jamin Covid-19 Varian Arcturus Belum Masuk ke Jakarta
Virus Corona. ©2020 Merdeka.com/who.int

Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama memastikan, varian Covid-19 Arcturus atau subvarian Omicron XBB 1.16 belum ditemukan di Ibu Kota. Diketahui, varian ini menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di India.

"Dari hasil pemeriksaan genome sequencing yang rutin dilakukan, belum ditemukan XBB.1.16," kata Ngabila dalam keterangannya, Kamis (30/3).

Maka dari itu, Ngabila meminta seluruh warga Jakarta untuk tidak panik. Sebab, kondisi Covid-19 sudah terkendali.

"Apapun variannya, masyarakat tidak perlu panik. Kondisi di Jakarta sangat terkendali. Walaupun ada kenaikan kasus, tidak disertai kenaikan kematian dan perawatan di rumah sakit," ujar Ngabila.

Meski demikian, tambah Ngabila, dampak longcovid juga tak boleh disepelekan. Oleh karena itu, warga harus tetap waspada dan mencegah sakit dengan memakai masker di tempat ramai, transportasi publik, dan jika sedang sakit serta hindari bertemu orang yang sedang sakit.

"Cegah kematian dengan vaksinasi dosis ke-4 untuk usia 18 tahun ke atas selagi ada dan gratis. Saat ini merk vaksin yang tersedia adalah Pfizer, Inavac, Indovac," jelas Ngabila.

"Pfizer bisa diberikan untuk usia 12 tahun ke atas dan Inavac serta Indovac adalah vaksin buatan dalam negeri yang diberikan untuk usia 18 tahun ke atas. Dosis 1 dan 2 bisa berbeda merek, dosis 3 mengikuti merk dosis 4 dan dosis 4 mengikuti merk dosis 3," sambungnya.

Rekomendasi