Cara Mengatasi Kucing Muntah Berdasarkan Faktor Penyebabnya, Penting Diketahui
Merdeka.com - Cara mengatasi kucing muntah penting diketahui. Kucing merupakan salah satu hewan yang banyak dipelihara masyarakat. Seseorang yang memelihara kucing tentu harus mengetahui tentang kesehatan kucing, termasuk cara mengatasi kucing muntah.
Muntah merupakan kondisi yang umum dialami oleh kucing. Kucing yang muntah dapat ditandai dengan kontraksi perut yang kuat serta kepala yang berayun-ayun.
Terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan kucing muntah. Muntah pada kucing dapat berarti masalah ringan hingga masalah yang fatal. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab untuk menentukan penanganan apa yang dibutuhkan oleh kucing.
Melansir dari liputan6.com, berikut cara mengatasi kucing muntah berdasarkan faktor penyebabnya.
Hairballs
Salah satu penyebab umum muntah pada kucing yaitu hairballs atau bola rambut. Perlu diketahui, ketika kucing merawat dirinya sendiri, bulu-bulunya yang rontok tersangkut di duri kecil seperti sisir di lidahnya.
Dikarenakan kucing tak bisa memuntahkan bulu tersebut, kucing pun menelannya. Apabila terlalu banyak menggumpal di perut, bulu-bulu itu akan memakan ruang sehingga membuat kucing memuntahkan makanannya.
Saat kucing memuntahkan hairballs dari perutnya, terkadang dapat disertai busa atau cairan kuning. Meski hairballs bukan hal yang perlu dikhawatirkan, tetapi Anda harus merawat bulu kucing secara teratur untuk mengatasinya.
Makan Terlalu Cepat
Penyebab kucing muntah berikutnya yaitu kucing makan terlalu cepat atau berlebihan. Ini biasanya terjadi di rumah yang memiliki banyak peliharaan kucing, di mana kucing diberi makan secara bersamaan sehingga mereka harus bersaing untuk mendapatkan mangkuk makanan.
Untuk mengatasinya, cobalah untuk memberikan setiap kucing satu mangkuk makanan. Selain cara tersebut, Anda juga dapat menggunakan mangkuk makanan dengan benjolan di tengahnya, yang akan memaksa kucing untuk makan lebih lambat.
Makan Benda yang Tidak Bisa Dicerna
Penyebab kucing muntah selanjutnya yaitu makan benda yang tidak bisa dicerna. Ini juga termasuk alasan umum kucing muntah. Perlu diketahui, saat kucing mengonsumsi zat yang tak dapat dicerna dengan baik, baik tanaman rumahan, kertas toilet rumput, bagian dari makanan, atau bahkan bulu mereka sendiri, tubuh mereka menolak dan sering muntah dalam bentuk empedu. Apabila Anda memiliki tanaman di rumah, kucing mungkin ingin mengunyah daunnya, yang kemudian dapat menyebabkan kucing muntah. Kucing biasanya juga akan memuntahkan kembali benda-benda yang dimakannya tersebut. Untuk menghindarinya, sebaiknya jauhkan kucing dari benda-benda yang dapat dikunyah dan pastikan tanaman di sekitarnya tidak beracun. Alergi Makanan Anda perlu memperhatikan baik-baik perilaku yang ditunjukkan kucing sebelum dan sesudah makan. Hal ini karena ada beberapa kucing yang dapat mengalami gejolak pencernaan dari sensitivitas dan alergi makanan. Beberapa kucing mungkin juga membutuhkan makanan khusus untuk mengatasi masalahnya. Apabila kucing muntah dan disertai dengan gejala alergi lain seperti bulu rontok, diare, dan gatal, sebaiknya segera bawa kucing ke dokter hewan untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Hamil
Meskipun tak semua kucing mengalaminya, tetapi pada tahap awal kehamilan, kucing Anda mungkin akan mengalami mual dan kurang nafsu makan. Dengan gelombang hormon dan perubahan rahimnya, kucing juga mungkin menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Untuk memastikan kucing Anda hamil atau tidak, sebaiknya bawa ke dokter hewan terdekat. Infeksi dan Parasit Penyebab kucing muntah berikutnya yaitu infeksi dan parasit. Pada kasus yang jarang terjadi, parasit internal bisa menyebabkan muntah. Parasit internal tersebut seperti cacing gelang, cacing pita, cacing tambang, dan cacing kuku. Selain itu, infeksi bakteri dan virus seperti salmonella dan giardia juga bisa menyebabkan muntah. Apabila Anda mendapati adanya cacing di muntahan atau kotoran kucing, segeralah pergi ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut. KeracunanSaat kucing makan makanan yang beracun, mekanisme perlindungan tubuh mereka melawan untuk menghilangkan racun, yang biasanya melalui muntah. Racun umum termasuk juga makanan manusia tertentu, obat-obatan manusia, tanaman tertentu, insektisida, serta bahan kimia tertentu. Keracunan dapat menjadi hal yang fatal bagi kucing. Oleh sebab itu, segera bawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
(mdk/add)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya