Bermodal Drum Bekas, Pria Kreatif ini Miliki Omzet Rp100 Juta
Merdeka.com - Akibat wabah virus corona Covid-19, tak sedikit orang yang mengalami kesulitan ekonomi. Bukan hanya di Indonesia, hal ini juga terjadi di seluruh dunia. Bukan menyerah atau meratapi nasib, beberapa insan mencoba berinovasi demi bisa bertahan di tengah pandemi.
Termasuk yang dilakukan oleh Agung Setiawan. Dia memiliki Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah berdiri sejak 2014, bernama D'Tong Art.
Akibat pandemi, bisnisnya sempat anjlok 70 persen. Demi menjaga kelangsungan hidup para karyawannya, Agung berinovasi dengan drum bekas. Ia membuat wastafel canggih hasil kreativitasnya yang bisa meraup untung sekitar Rp100 juta.
Penasaran? Berikut kisahnya.
Berawal Bisnis Furniture

Instagram @sekolahpebisnis @d.tongart ©2020 Merdeka.com
Dilansir dari laman Instagram akun @sekolahpebisnis, Agung Setiawan mengawali Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai produsen furniture berbahan drum bekas.
Sebelumnya, Agung sudah pernah mencoba berkecimpung di dunia bisnis. Pada 2011 ia mendirikan Cleansee, bekerja memproduksi alat-alat kebersihan, serta menjajakan tong sampah, pot tanaman, hingga gerobak sampah.
Lahirnya Merek DTong Art

Instagram @sekolahpebisnis @d.tongart ©2020 Merdeka.com
Kala itu ia sudah mulai memproduksi furniture dengan bahan drum bekas. Hasil karyanya banyak diminati oleh kafe dan restoran dengan konsep industrial. Termasuk yang membeli untuk kebutuhan rumah dengan desain unik dan beda dari orang lain.
"Tapi saat itu mulai bikin furniture dari drum, tapi masih pakai nama Cleansee. Akhirnya di 2014 mulai bikin brand baru D'Tong Art," kata Agung seperti dikutip dari @sekolahpebisnis.
Omzet Turun Akibat Pandemi
Banyak UMKM yang mengalami penurunan omzet drastis akibat pandemi Covid-19. Hal ini juga dialami oleh Agung. Padaha sebelumnya ia bisa menjual 10 hingga 15 paket furniture, mulai dari seperangkar kursi dan meja, serta lemari.
Tak tanggung-tanggung, keuntungan yang didapat berkisar Rp50 sampai 100 juta per bulannya. Sayangnya saat wabah corona Covid-19 masuk ke Indonesia, banyak tempat usaha yang berhenti beroperasi.
Imbasnya pada perusahaan milik Agung, penjualannya anjlok hingga 70 persen. Tak ada kafe dan restoran yang membeli, hanya segelintir orang untuk kebutuhan di rumah saja."Pas pandemi itu omzet ya paling hanya Rp 20-30 juta," ungkapnya.
Inovasi di Tengah Pandemi

Instagram @sekolahpebisnis @d.tongart ©2020 Merdeka.com
Agung tak mau terpuruk terlalu lama. Ia terbesit untuk membuat wastafel dengan drum bekas. D'tong Art mulai berupaya menghubungi para klien melalui pesan tertulis.
Sambil mempromosikan produk baru, Agung memperkenalkan wastafel injak hasil inovasinya. Semenjak 'kehidupan baru' mulai diterapkan, pesanan wastafel miliknya mulai berdatangan.
"Karena kan kalau kafe dan restoran mau beroperasi lagi harus ada protokol kesehatannya, salah satunya tempat cuci tangan," papar Agung.
Hasilnya Dijiplak dan Dipalsukan
Meski bisnisnya mulai sembuh dari keterpurukan, ujian kembali menerpa usaha Agung. Beberapa oknum membuat wastafel yang sama persis dan menggunakan nama D'Tong Art sebagai promosi, serta penipuan.
"Pas saya lihat ternyata itu penipuan pakai nama kita. Dia beri lebih murah, tapi ternyata nipu," ujar Agung.
Maraknya penipuan, membuat akun Instagram sebagai ajang berjualannya ikut terancam. Kendati demikian, D'Tong Art tetap berupaya memberi kepuasan dan kualitas terbaik bagi para pelanggan setianya.
(mdk/kur)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya