Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Rajab Mulai 13, 14, 15 Februari Beserta Dalilnya

Bacaan niat puasa Ayyamul Bidh Rajab beserta dalilnya.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh Rajab Mulai 13, 14, 15 Februari Beserta Dalilnya
Ilustrasi berdoa. ©Shutterstock

Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh Umat Islam. Tak hanya itu, puasa juga menjadi ibadah wajib yang harus dikerjakan. Puasa yang dimaksud di sini adalah puasa Ramadan. Namun, puasa bukan hanya bisa dikerjakan saat bulan Ramadan saja. Salah satunya yakni puasa Ayyamul Bidh Rajab. Sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW kepada sahabat,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, "Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur." (HR. Bukhari).

Puasa tiga hari yang disebutkan itu dikenal dengan sebutan puasa Ayyamul Bidh. Ini merupakan puasa sunnah yang dilaksanakan di pertengahan bulan. Biasanya akan dilakukan pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulannya. Seperti ibadah lainnya, terdapat bacaan niat puasa Ayyamul Bidh yang sebaiknya dihafalkan dan diamalkan.

Lantas bagaimana bacaan niat puasa Ayyamul Bidh Rajab beserta dalilnya? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (15/2), simak ulasan informasinya berikut ini.

Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh Rajab bisa dilakukan pada pertengahan bulan Rajab. Atau lebih tepatnya bisa dikerjakan pada tanggal 13, 14 dan 15 Februari 2022. Sebelum mengerjakannya, ada baiknya untuk mengetahui tata cara dan bacaan niat puasa Ayyamul Bidh.

Tata cara puasa Ayyamul Bidh sebenarnya serupa dengan ibadah puasa lainnya. Tentu saja akan diawali dengan membaca bacaan niat Ayyamul Bidh terlebih dahulu. Kemudian umat Islam harus bisa menahan diri dari rasa lapar, haus dan hawa nafsu.

Puasa Ayyamul Bidh juga dimulai dari matahari fajar saat adzan Subuh berkumandang. Hingga waktu berbuka puasa ketika azan Magrib berkumandang.

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Setelah mengenal tata caranya, kini umat Islam harus mengetahui bacaan niat Ayyamul Bidh. Seperti ibadah lainnya, niat merupakan salah satu syarat yang tidak boleh ditinggalkan dan dilupakan. Membaca niat puasa Ayyamul Bidh ini berguna untuk meluruskan tujuan umat Islam beribadah hanya karena Allah SWT.Membaca niat puasa Ayyamul Bidh dilakukan untuk membedakan dengan ibadah puasa lainnya. Terlebih jika kalian terbiasa mengerjakan puasa sunnah lainnya. Adapun bacaan niat puasa Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut:نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَىNawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta'ala.Artinya:
"Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah ta'ala"

Dalil Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu puasa sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Hal ini juga telah didukung dengan beberapa hadis atau dalil mengenai puasa Ayyamul Bidh ini.a. Dalil pertama

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍArtinya:

"Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur." (HR. Bukhari).b. Dalil kedua

Ketika Mu’adzah bertanya pada ‘Aisyah,أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَتْ نَعَمْ. قُلْتُ مِنْ أَيِّهِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ كَانَ لاَ يُبَالِى مِنْ أَيِّهِ صَامَ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌArtinya:

"Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau)." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

c. Dalil ketiga

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍArtinya:

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar." (HR. An Nasai).d. Dalil keempat

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَArtinya:

"Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah)." (HR. Tirmidzi dan An Nasai).e. Dalil kelima

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِArtinya:

"Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari).

Rekomendasi