Bacaan Doa Ziarah Kubur Beserta Tata Caranya Menurut Islam

Sabtu, 6 Maret 2021 10:00 Reporter : Addina Zulfa Fa'izah
Bacaan Doa Ziarah Kubur Beserta Tata Caranya Menurut Islam Ilustrasi makam. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Bacaan doa ziarah kubur penting untuk diketahui. Ziarah kubur memang tidak wajib sehingga tidak berdosa apabila tidak melaksanakannya. Meski demikian, menurut Islam berziarah dapat menjadi salah satu sarana agar seorang Muslim selalu beriman dan mengingat kematian.

Dengan ziarah kubur, seorang Muslim akan mengingat bahwa kematian itu nyata. Secara tidak langsung, ziarah kubur akan membuat seorang Muslim semakin beriman karena yakin adanya hari kiamat, di mana amal ibadah akan dihisab.

Saat ziarah kubur, membaca doa tentu harus dilakukan. Berdoa saat ziarah kubur berarti mendoakan orang-orang yang telah meninggal dunia agar diampuni dosanya dan diberikan tempat yang baik oleh Allah SWT.

Berikut ini doa ziarah kubur beserta tata cara ziarah yang telah merdeka.com rangkum dari liputan6.com.

2 dari 5 halaman

Hukum Ziarah Kubur Menurut Islam

Sebelum mengetahui doa ziarah kubur beserta tata cara ziarah, ada baiknya Anda mengetahui tentang hukum ziarah kubur terlebih dahulu.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dengan arti "(Dulu) Aku melarang kalian ziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kalian ke kuburan, sesungguhnya ziarah kubur membuat kalian zuhud di dunia dan mengingatkan kalian pada akhirat." (HR. Ibnu Majah).

Perlu diingat, saat ziarah kubur, peziarah harus mendoakan orang-orang yang berada di dalam kubur, bukan meminta doa atau pertolongan. Hal ini karena doa dan zikir yang dibacakan oleh peziarah dengan niat pahalanya ditujukan pada orang yang telah meninggal, menurut kesepakatan para ulama pasti sampai pada orang yang meninggal.

Kemudian Imam Nawawi berkata dalam kitabnya Al-Adzkar, bahwa para ulama sepakat bahwa doa kepada orang yang meninggal akan bermanfaat dan sampai pada mereka.

"Diriwayatkan dari Nabi Muhammad bahwa sesungguhnya beliau bersabda, 'Tidak ada perumpamaan mayit di kuburnya kecuali seperti orang tenggelam yang ingin ditolong. Mayit menunggu doa yang ditujukan padanya baik dari anaknya, saudaranya ataupun temannya. Ketika doa itu telah tertuju padanya, maka doa itu lebih ia cintai daripada dunia dan seisinya'." (Syekh Nawawi Al-Bantani, Nihayat al-Zain, hal. 281)

3 dari 5 halaman

Bacaan Doa Ziarah Kubur

Berikut bacaan doa ziarah kubur sesuai ajaran Islam:

"A'udzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmannirrohim. Alhamdullilahi robbil 'alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa'imiin, hamdan yuwaafiini'amahu wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa'adzimi sultonik, allohumma shoolli wasalim 'ala sayyidina muhammad wa'ala alii sayyidina muhammad.

Alloh humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur'anil 'adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina 'atsayyidina muhammad sollallohu'alaihi wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi'ina waquroti a'ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu 'alaihi wa sallam, wa ila jami'ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi'ina wal'ulamail 'alimina wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami'il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil 'alaminn, wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.

Summa ilaa jami'i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam'anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.

Alloh hummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu anhu wa akrim nujulahu wawasi' madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi wa adhilhul jannata wa 'aidhu min 'adzabil qobri wa fitnatihi wa min 'adzabinnar, allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi 'alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba'dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil 'aalamiin."

Artinya:

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya. Dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluarga beliau.

Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Alquran yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada', orang-orang shalih, para sahabat, para tabi'in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani.

Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang Islam laki-laki dan perempuan, orang mukmin laki-laki dan perempuan, dari belahan bumi timur dan barat, di laut dan di darat, terutama kepada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami, lebih utamakan lagi kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini.

Wahai Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami (istri) yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka. Wahai Allah berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang pria maupun wanita. Wahai Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman. Wahai Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Tuhan lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

4 dari 5 halaman

Tata Cara Ziarah Kubur Sesuai Sunah

Berwudhu Terlebih Dahulu

Sebelum Anda pergi berziarah, pastikan Anda berwudhu terlebih dahulu.

Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur

Rasulullah SAW mengajarkan pada kita untuk mengucapkan salam sekaligus doa saat masuk ke area pemakaman.

"Assalamu’alaikum ahlad-diyaar minal mu’miniina wal muslimiin. yarhamulloohul mustaqdimiina minnaa wal musta’khiriin. wa inna insyaa alloohu bikum la-laahiquun. wa as alullooha lanaa walakumul ‘aafiyah."

Artinya: "Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian."

Mengirimkan Doa untuk Almarhum

Tata cara ziarah kubur yang ketiga yakni menghadap ke kiblat saat berdoa untuk almarhum. Selain itu, dianjurkan pula untuk membaca tasbih, takbir, tahmid, serta zikir.

Tata cara ziarah kubur sesuai sunah ialah berdoa untuk almarhum. Kemudian, membaca tasbih, takbir, tahmid, zikir serta doa yang dikhususkan untuk mayat. Setelah itu, mendoakan almarhum yang diakhiri dengan surat Al Fatihah sebagai penutup. 

5 dari 5 halaman

Membaca Surat-Surat Pendek

Diriwayatkan al-Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, beliau mengatakan: "Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah al-Fatihah, Surat Ikhlash dan al-Muawwidzatain (al-Falaq dan an-Naas). Jadikanlah pahalanya untuk mayat-mayat kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka."

Jangan Duduk atau Menginjak Bagian Atas Kuburan

Saat ziarah kubur, jangan duduk ataupun menginjak bagian atas kuburan.

"Janganlah kalian sholat (berdoa) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya." (HR. Muslim).

Jangan Melakukan Hal-Hal yang Berlebihan

Saat ziarah kubur, jangan pernah melakukan hal-hal yang berlebihan. Salah satu contoh hal yang berlebihan dalam konteks di kuburan yakni menjadikan makam seperti masjid.

Selain itu, tindakan berlebihan lainnya yang tidak dianjurkan yakni mencium batu nisan atau menangis sambil meratapi makam di depannya. Berlebihan dalam urusan agama ialah hal yang terlarang, termasuk dalam ritual ziarah kubur tersebut.

Rasulullah bersabda, yang artinya "Waspadalah kalian pada sikap berlebihan. Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian disebabkan berlebihan dalam urusan agama." (HR. Ahmad)

[add]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini