7 Tahun Dipisahkan dengan Al, El & Dul, Maia Estianty Sempat Marah-Marah ke Tuhan

Bunda Maia ini sempat merasa frustasi hingga memaki Tuhan.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
7 Tahun Dipisahkan dengan Al, El & Dul, Maia Estianty Sempat Marah-Marah ke Tuhan
Maia Estianty dan Anak-anak. ©2020 Merdeka.com/Instagram Maia Estianty

Bercerai dengan Ahmad Dhani pada tahun 2008 silam membuat Maia Estianty sempat merasa terpuruk. Sebab, musisi yang dikenal memiliki sejuta talenta di bidang musik ini memiliki 3 anak dari pernikahannya selama 12 tahun.

Berpisah dengan ketiga anaknya selama tujuh tahun akibat perceraiannya tersebut membuatnya frustasi. Simak ulasannya yang dikutip dari kanal YouTube Daniel Mananta berikut ini.

Perceraian sekaligus berpisah dengan ketiga anaknya membuat Maia mendapatkan banyak dukungan pada saat itu. Dirinya mengungkapkan bahwa berbagai dukungan positif selalu diperolehnya, baik melalui pembimbing spiritual hingga teman-temannya.

“Itu disemangati dengan ayat-ayatnya. Jadi kayak yaudah sabar aja, nanti juga balik kok. Udah tenang aja. Memang secara ego, kamu mau memiliki. Tapi itu sebenarnya bukan milik kamu,” cerita Maia.

Memiliki keluarga yang harmonis serta memiliki tiga anak yang luar biasa adalah awal dari harapan Maia Estianty. Namun, hal itu seketika berubah saat dirinya memutuskan untuk berpisah dengan mantan suami serta dijauhkan dengan ketiga anaknya,

“Gua sempat marah ke Tuhan. Saking gua nggak begitu terimanya, kenapa ibaratnya kan gua nggak melakukan sesuatu yang selama ini bagaimana gitu. Tapi kenapa kejadian ini menimpa gua gitu,” ucapnya.

Maia pun mengungkapkan bahwa dirinya merasa beruntung ketika bertemu dengan banyak pembimbing spiritualnya usai mengalami kejadian pada beberapa tahun silam tersebut.

“Untungnya gua ketemu pembimbing spiritual gua nih,” ungkapnya.

Rasa sakit hingga depresi pun diungkapkannya sempat ia rasakan pada saat beberapa tahun setelah kejadian tersebut. Perempuan yang kini jadi istri dari Irwan Musry ini mengatakan bahwa pelajaran yang ia peroleh adalah rasa sakit yang memang datang ketika sesuatu terjadi di luar kehendak manusia.

“Pada saat ketika kita terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan, pada saat kita melawan tentang takdir atau melawan kejadian yang terjadi di diri kita, itu pasti akan sakit,” ungkapnya.

Selain mendapatkan pelajaran berharga usai dirinya berpisah dengan ketiga anaknya, perempuan yang akrab dipanggil Bunda Maia ini justru menyadari pentingnya dari kekuatan doa. Ia lantas selalu percaya dengan Tuhan melalui doanya agar ia berkumpul kembali dengan ketiga anaknya.

“Nggak usah gontok-gontokan ngerebutin anak, lu pake Tuhan aja untuk ngembaliin anak lu sendiri,” tambahnya.

Setelah tujuh tahun berlalu, nampaknya kekuatan doa yang ia panjatkan pada Tuhan untuk kembali berkumpul bersama ketiga anaknya tersebut cukup besar. Terbukti, setelah tujuh tahun hidup sendiri, Bunda Maia akhirnya kembali tinggal bersama ketiga anaknya, Al, El, dan Dul atas kemauan mereka sendiri.

Rekomendasi