Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

10 Macam Jerawat yang Sering Muncul Pada Wajah, Kenali Penyebabnya

10 Macam Jerawat yang Sering Muncul Pada Wajah, Kenali Penyebabnya Ilustrasi jerawat. ©Shutterstock

Merdeka.com - Macam jerawat yang sering muncul pada wajah ternyata cukup beragam. Jerawat merupakan masalah kulit yang banyak menjadi 'musuh' utama banyak orang di hampir seluruh belahan dunia. Selain rasanya yang tidak nyaman, jerawat juga bisa menurunkan rasa percaya diri seseorang.

Jerawat sendiri bisa muncul karena beberapa faktor. Salah satunya ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Untuk mengatasi jerawat sebenarnya tergantung pada jenis jerawat itu sendiri. Beberapa macam-macam jerawat mungkin dapat diatasi hanya dengan menggunakan obat jerawat yang dijual bebas di pasaran.

Namun, beberapa jenis lainnya juga membutuhkan penanganan dokter khusus untuk mengatasinya. Untuk bisa mengatasi jerawat, Anda tentu harus lebih dulu mengetahui macam jerawat yang muncul. Untuk itu, berikut Merdeka.com merangkum macam-macam jerawat yang sering muncul di wajah. Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman Reader's Diggest dan berbagai sumber, Rabu (15/6/2021):

Komedo Putih (Whiteheads)

Jerawat biasanya disebabkan karena adaya ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Setiap perubahan hormon yang terjadi menyebabkan kelenjar menghasilkan lebih banyak minyak daripada biasanya.

Karena adanya peningkatan kelenjar minyak, maka produksi sebum pada wajah juga akan meningkat. Tumpukkan sebum itulah yang kemudian menjadi komedo putih dan membentuk jerawat. Jika pori-pori menutup dan Anda melihat benjolan kecil yang berwarna putih atau berwarna daging, ini adalah komedo putih atau whiteheads.

Untuk mengatasi jerawat jenis ini bisa dilakukan dengan melakukan exfoliation menggunakan produk kecantikan yang sesuai dengan kulit Anda. Selain itu, untuk mempercepat kesembuhan Anda juga harus mengurangi konsumsi susu, gula, dan karbohidrat sederhana.

di bibir

©acne.org

Blackheads

Sama seperti whiteheads komedo hitam juga disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat dan produksi minyak berlebih karena perubahan hormon. Blackheads terbentuk karena komedo putih yang menumpuk dan dibiarkan terbuka terkena udara maka akan menjadikannya berwarna gelap dan menjadi blackheads.

Untuk mengatasinya, Anda harus berkonsulasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dalam mengatasi komedo hitam. Komedo yang tertutup ini juga dapat terjadi di daerah yang mengalami banyak gesekan, seperti dagu atau garis rahang.

Papula

Macam jerawat lain yang kerap muncul di wajah ialah papula. Jenis jerawat ini biasanya muncul di bawah permukaan kulit. Jika muncul jerawat papula, saat diraba biasanya akan terasa seperti ada tonjolan padat yang terasa nyeri. Kulit di sekitar tonjolannya tampak bengkak kemerahan. Namun, jerawat papula tidak memiliki titik nanah pada puncaknya.

Papula terjadi ketika dinding di sekitar pori-pori Anda rusak karena peradangan parah. Ini menghasilkan pori-pori keras dan tersumbat yang empuk saat disentuh. Kulit di sekitar pori-pori ini biasanya berwarna merah muda. Hal itulah yang membuat papula sering juga disebut sebagai jerawat inflamasi.

Pustula

ilustrasi jerawat di dekat bibir

©Shutterstock

Selain papula ada pula macam jerawat bernama pustula. Jerawat pustula muncul berupa benjolan yang berukuran lebih besar dan lunak. Bagian dasarnya berwarna kemerahan, sementara puncaknya berwarna putih atau kekuningan dan tampak lebih terangkat karena terisi nanah.Jerawat jenis ini biasanya muncul karena adanya bakteri yang menginfeksi sumbatan pori-pori tersebut. Pustula juga dapat terbentuk ketika dinding di sekitar pori-pori rusak. NodulJerawat nodul terjadi ketika pori-pori yang tersumbat dan membengkak mengalami iritasi lebih lanjut dan tumbuh lebih besar. Nodul adalah jenis jerawat inflamasi yang terbentuk di bawah kulit dan bisa menimbulkan rasa sakit. Tidak seperti pustula dan papula, nodul berada lebih dalam di bawah kulit. Untuk mengatasinya Anda perlu menggunakan obat resep dokter. Setelah benjolan mengempis biasanya akan muncul bekas jerawat yang berwarna gelap. Jerawat Batu Macam jerawat yang sering muncul di wajah selanjutnya ialah jerawat batu atau disebut juga dengan kistik. Jerawat batu terbentuk jauh di lapisan kulit yang lebih dalam. Jerawat batu dapat berkembang ketika pori-pori tersumbat oleh kombinasi bakteri, sebum, dan sel kulit mati. Akibatnya, muncul benjolan merah besar, bertekstur lunak karena berisi bernanah, yang terasa sakit ketika tersentuh.Benjolan merah atau putih yang besar ini sering terasa sakit saat disentuh. Jerawat batu adalah bentuk jerawat terbesar, dan pembentukannya biasanya akibat infeksi parah. Jerawat jenis ini juga paling mungkin untuk bekas luka.

Jerawat Pasir

ilustrasi jerawat

©Shutterstock

Jerawat pasir sering juga disebut sebagai bruntusan. Jerawat jenis ini berbentuk bintik-bintik kecil yang belum berkembang. Jenis jerawat yang satu ini umumnya tidak terlalu terlihat, tetapi terasa ketika disentuh. Bruntusan dapat meliputi berbagai jenis jerawat, mulai dari pustula, komedo putih, dan papula.Penyebab utama dari jerawat ini adalah iritasi kulit akibat tekanan pori-pori yang berlebihan, panas, dan gesekan di kulit. Bila gesekan kulit terus terjadi, permukaannya menjadi kasar dan jerawat pun berkembang.ConglobataJerawat conglobata mungkin sedikit asing di telinga masyarakat. Jerawat jenis ini masih satu jenis dengan jerawat nodul yang meradang. Jerawat conglobata lebih sering dialami oleh laki-laki pada masa pubertas.Beberapa penyebab jerawat conglobata diantaranya seperti kelebihan hormon testosteron, penggunaan obat steroid, dan kondisi autoimun. Jenis jerawat ini dapat menimbulkan noda bekas jerawat kehitaman. Langkah untuk mengatasinya adalah dengan berkonsultasi dengan dokter agar segera mendapatkan pengobatan untuk mengurangi peradangannya.

Acne Fulminans

Acen fulminans merupakan jenis jerawat bentuk langka dari jerawat kistik. Macam jerawat ini bisa dibilang cukup langka dan kebanyakan hanya menyerang remaja laki-laki. Jerawat ditandai dengan munculnya nodul dan plak yang meradang dengan luka terbuka. Cara mengobati jerawat ini seringkali dibutuhkan steroid sistemik oral, isotretinoin, dan obat sistemik lainnya yang tentu sesuai dengan anjuran dokter.

016 tantri setyorini

©Shutterstock

Hormonal

Jenis jerawat ini biasanya muncul karena kelebihan minyak yang dihasilkan hormon. Jika segera diatasi, jerawat ini tidak membahayakan. Jerawat ini biasanya kerap dialami oleh wanita yang menggunakan pil kontrasepsi. Pengonsumsi pil tersebut memiliki efek samping seperti menimbulkan jerawat karena perubahan hormon.

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP