Pelabuhan Sunda Kelapa,Penjaringan, Jakarta Utara sudah ada sejak abad ke-16. Dari dulu hingga kini aktifitasnya tak pernah berhenti. Kapal datang pergi silih berganti.Pelabuhan peninggalan sejarah ini menjadi ladang pencaharian nafkah para buruh panggul.
Aktivitas utama di pelabuhan ini adalah bongkar muat barang. Keberadaannya sangat dibutuhkan dalam mempermudah distribusi barang dari dan menuju Jakarta. Semakin ramai kapal yang berlabuh, semakin banyak pula pundi uang para buruh akan bertambah.
Panas terik matahari tak menjadi penghalang bagi para pekerja bongkat muat. Tangannya lekat dengan urat-urat yang terlihat. Guratan di tangannya menandakan buah kerja keras. Tak terhitung sudah berapa muatan yang sudah mereka pikul di pundak dan punggungnya.
Kegiatan bongkar muat kapal tak lepas dari pekerja jasa tenaga kerja bongkar muat (TKBM). Mengangkat, mengikat dan menyusun barang- barang mulai dari dermaga hingga masuk ke lambung kapal.
Bekerja kelompok, gotong royong satu sama lain. Satu per satu barangnya di pikul di atas pundaknya. Meniti kayu berjalan ke pinggir dermaga. Menaikkan dan menurunkan muatan. Dalam sehari para buruh bisa membongkar muat barang hingga ratusan ton.
Sejak jam 7 pagi, para pekerja bongkar muat sudah ada di Pelabuhan Sunda Kelapa. Menanti kapal-kapal berhenti di dermaga. Bekerja secara kelompok, upah mereka berdasarkan kesepakatan pemberi upah dan pekerja dengan sistem borongan tonase.
Nantinya, upah tonase dibagi sejumlah burung yang membantu bongkar muat. Biasanya 1 bongkar muat kapal sekitar 7-10 orang. Alhasil, para pekerja ini setidaknya bisa mendapat Rp 100 ribu setiap bongkar muatnya.
Meski begitu, pendapatan ini tak menentu. Ramai sepinya kapal mempengaruhi pendapatan para buruh. Jika pelabuhan sedang padat-padatnya, untuk istirahat sejenak mereka bahkan tak bisa.
Advertisement
Pelabuhan Sunda Kelapa disinggahi kapal-kapal antar pulau dan pelayaran rakyat, menggunakan kapal Phinisi atau Bugis Schooner dengan bentuknya yang khas. Komoditas yang diangkut bahan kebutuhan pokok, barang kelontong, dan bahan bangunan.
Masa pandemi COVID-19, geliat bongkar muat di Pelabuhan Sunda Kelapa tetap berjalan. Menopang pengiriman logistik di Tanah Air. Meski telah dimakan usia, pelabuhan di Jakarta Utara ini tetap ramai. Gema suara mesin kapal masih terus dengar hingga kini.
Pekerja bongkar muat Pelabuhan Sunda Kelapa memegang peranan penting dalam distribusi barang di Tanah Air. Mereka ujung tombak bagi layanan bongkar muat. Khususnya terhadap jenis kargo umum non peti kemas atau breakbulk. Meski begitu, nampaknya upahnya tak sesuai dengan jasa dan kerja kerasnya.
Selain buruh bongkar muat, Pelabuhan Sunda Kelapa memang menjadi tempat mengais rezeki. Ada pedagang, nelayan, Anak Buah Kapal (ABK), pemberi jasa sampan, hingga buruh angkut. Semua tumpah ruah menjadi satu. Mencari pundi-pundi uang untuk menghidupi.