Paras Menawan Berbalut Pattuqduq Towaine, Baju Adat Khas Suku Mandar

Kamis, 10 Juni 2021 12:30 Reporter : Ibrahim Hasan
Paras Menawan Berbalut Pattuqduq Towaine, Baju Adat Khas Suku Mandar Pattuqduq Towaine Baju Adat Khas Suku Mandar. ©2021 Merdeka.com/Agus Apriyanto

Merdeka.com - Sang penari wanita gemulai menarikan tarian adat Suku Mandar. Penampilan semakin memukau dengan bajuPattuqduq Towaine. Busana adat resmi Suku Mandar suku lokal yang mendiami daratan Sulawesi Barat. Baju adat Pattuqduq Towaine bukan sembarang baju biasa. Perempuan Suku Mandar hanya mengenakannya hanya untuk mengiringi tarian adat atau Patuqdu beserta pesta pernikahan.

Hiasan kepala berupa tanduk kerbau memberikan kesan eksotis wanita daerah. Dibanding baju adat pria, Pattuqduq Towaine Pattuqduq Towaine perempuan terbilang jauh lebih kompleks. Aneka aksesoris tambahan yang melekat pada kepala, badan dan tangan. Begitu pula baju utama yang memiliki motif dengan makna dibalik kecantikannya. Perempuan akan terkesan cantik menawan, pesonanya terpancar ketika mengenakan Pattuqduq Towaine.

Pattuqduq Towaine memiliki 5 bagian utama yakni penghias kepala, penghias badan, dan perhiasan tangan. Baju utamanya juga punya motif berupa simbol budaya dan status sosial adat.

pattuqduq towaine baju adat khas suku mandar

©2021 Merdeka.com/Agus Apriyanto

Di atas senyum raut wajah mereka terdapat mahkota yang memberikan kesan eksotis dan berwibawa. Penghias rambut ini memiliki makna berupa penanda status sosial. Pada bagian rambut terdapat tusuk bunga yang berwarna warni. Pada dasarnya, tusuk bunga berbahan dasar emas. Bentuk tusuk bunga berbeda-beda apakah pemakai berasal dari bangsawan atau rakyat biasa.

Selain itu anting-anting dan manik-manik terpasang indah. Pada tangan mereka terdapat gelang yang turut mempercantik penampilan. Terdapat gelang yang dikenal dengan Jimma Salletto untuk rakyat biasa, dan Jima Maborong untuk wanita bangsawan. Keduanya berupa gelang lebar yang dikaitkan pada lengan.

Tak hanya itu, berbeda perayaan beda pula gelang yang dikenakan. Selain Jimma Salletto dan Jima Maborong, terdapat gelang Gallang Balleq, Poto, Teppang, hingga Sima-simang.

pattuqduq towaine baju adat khas suku mandar

©2021 Merdeka.com/Agus Apriyanto

Baju berlengan pendek ini dikenal dengan sebutan Rawang Bono. Biasanya cenderung cerah, namun juga sering ditemui dengan warna sederhana seperti hitam. Rawang Bono biasa dikenakan pada acara pernikahan, sedangkan baju Pokko untuk mengiringi tarian adat.

Motif rajutan pada baju Rawang Bono sederhana berupa rajutan beralur dari atas hingga bawah. Beberapa manik-manik juga terdapat pada selingan rajutan baju ini. Selain itu manik-manik turut memperindah ujung lengan selang-seling dengan motif bunga mungil.

Perisai berupa kain bermotif juga menjadi aksesoris pada Rawang Bono. Disebut dengan Kawari yang menyilang pada badan. Jumlahnya 2 hingga 4 perisai, tergantung pada status sosial aturan adat yang diberlakukan.

pattuqduq towaine baju adat khas suku mandar

©2021 Merdeka.com/Agus Apriyanto

Sedangkan baju bagian bawah berupa sarung yang terbuat dari hasil tenun tradisional khas Mandar. Sedangkan motifnya berupa Sureq Maraqdia atau corak raja dan Sureq Batu Dadzima.

Terdapat corak motif lain berupa Sureq Pengulu, Sureq Puang Lembang, dan Sureq Puang Limboro. Ragam motif Pattuqduq Towaine juga menandakan simbol yang menunjukkan status sosial, apakah dia seorang bangsawan atau sebagai rakyat biasa.

Namun kini nilai perbedaan status sosial tersebut sudah mulai hilang. Perkembangan zaman membuat aturan adat semakin memudar. Banyak orang menggunakan Pattuqduq Towaine sebagai mode fesyen yang berkesan kultural.

pattuqduq towaine baju adat khas suku mandar

©2021 Merdeka.com/Agus Apriyanto

Setidaknya, total keseluruhan aksesoris yang digunakan untuk mengiringi tarian adat berjumlah 18 buah. Sedangkan saat upacara pernikahan berjumlah 24 buah. Sangat menunjang kecantikan perempuan mandar untuk tampil lebih menawan.

Berbeda dengan kelengkapan baju adat pria yang hanya berupa jas hitam sederhana dengan sarung tenun Mandar beserta ikat pinggang dan penutup kepala. Kesederhanaan tersebut dilandasi pria Mandar harus bertindak gesit dan cekatan dalam hal pekerjaan. [Ibr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Picture First
  3. Pakaian Adat
  4. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini