Aksi Anak Tangguh Pemburu Receh di Danau Toba

Rabu, 7 April 2021 12:30 Reporter : Tyas Titi Kinapti
Aksi Anak Tangguh Pemburu Receh di Danau Toba Aksi Anak Tangguh Pemburu Receh di Danau Toba. ©2021 Merdeka.com/Refinaldi Setiawan

Merdeka.com - Kapal akan segera berlabuh di tepian Dermaga Parapat Danau Toba, salah satu akses menuju Pulau Samosir. Belum benar-benar mendarat di tempat tujuan, terlihat para bocah bertelanjang dada asyik berenang. Tersenyum menyambut para wisatawan.

Sesekali para bocah ini berteriak "Lempar koin Tulang, Tulang nan Tulang". Meminta para wisatawan melempar uang koin ke arahnya. Para wisatawan tak tinggal diam, mereka melempar beberapa uang koin. Terkadang, uang kertas pun juga mereka selipkan.

Dalam hitungan detik, dengan lihai mereka langsung menyelam. Berburu koin yang sengaja dijatuhkan oleh penumpang. Menambah sedikit pundi-pundi penghasilannya. Bagi para wisatawan mungkin tak seberapa, tapi bagi mereka uang receh ini tentu berharga.

aksi anak tangguh pemburu receh di danau toba
©2021 Merdeka.com/Refinaldi Setiawan

Bunyi deru mesin kapal tak pernah membuat mereka gentar. Dalamnya danau toba 505 meter pun bukan jadi penghalang. Demi uang koin yang dilemparkan, mereka berani melawan rasa takutnya.

Mereka harus cepat mengambil saat alat pembayaran Indonesia ini masih ngambang di danau. Jika jatuh ke dasar danau, mereka berpikir ratusan kali. Pasalnya, terlalu beresiko untuk para bocah tanggung ini.

aksi anak tangguh pemburu receh di danau toba
©2021 Merdeka.com/Refinaldi Setiawan

Sesekali mereka terlihat melompat dari ketinggian, menunjukkan beragam aksi gaya. Memamerkan keahlian berenangnya. Biasanya para bocah menuju dermaga sore seusai pulang sekolah. Pulang saat langit berwarna jingga mulai nampak menandakan sang surya kembali ke tempat peraduannya.

Aksi mereka tak sia-sia, dalam sehari mereka bisa mendapatkan sekitar Rp 20 ribu. Namun saat hari libur bisa mencapai Rp 80 ribu. Musim libur sekolah atau saat lebaran memang waktu yang tepat bagi mereka untuk mengais rejeki.

Meski begitu, beberapa bocah mengaku uang bukanlah tujuan utamanya. Mereka hanya berlatih renang sambil bersenang-senang. Bercengkrama bersama teman. Uang pun dianggap bonus yang ditekuni menjadi sebuah profesi.

aksi anak tangguh pemburu receh di danau toba
©2021 Merdeka.com/Refinaldi Setiawan

Berenang dan menyelam selama berjam-jam di danau terbesar di Indonesia, tentu saja ada resiko yang mengintai anak pemburu koin ini. Dari tenggelam di danau, tersedot baling-baling kapal, terkena hipotermia karena terlalu lama berenang. Tangguh, keahlian mereka memang tak bisa dianggap enteng.

Saking seringnya menangkap koin, mereka bahkan sudah hafal di luar kepala jadwal keberangkatan kapal dan kapan kira-kira wisatawan berdatangan.

aksi anak tangguh pemburu receh di danau toba

©2021 Merdeka.com/Refinaldi Setiawan

Aksi anak pemburu koin memang mudah dijumpai di Indonesia. Di pelabuhan Ajibata, Parapat juga ramai dengan anak-anak penangkap koin ini. Aksi anak menyelam berburu koin memang menjadi salah satu tontonan yang dinanti wisatawan saat sampai dermaga.

Setiap kapal berlalu lalang dari dan menuju tepian dermaga ini selalu disambut dengan teriakan riang mereka. Mencari uang dan memberi hiburan pada para penumpang kapal. [Tys]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Picture First
  3. Danau Toba
  4. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini