Uji Coba Obat Kanker Berhasil Dilakukan Pada Tikus, Ini Kata Ilmuwan
Merdeka.com - Kanker merupakan salah satu penyakit yang terkenal cukup mematikan. Hingga kini, obat pasti untuk penyakit ini masih terus diupayakan oleh ilmuwan di bidang medis. Namun belum lama ini, ilmuwan Stanford membawa kabar baik tentang upaya penyembuhan penyakit kanker.
Para peneliti di Stanford Medicine telah membuat penemuan yang menjanjikan, yang dapat mengarah pada perawatan kanker di masa depan. Mereka telah melakukan tes mengubah genom mikroba dan bakteri berbasis kulit untuk melawan kanker. Mikroba yang diubah ini di uji pada tikus yang dilanda kanker dan, terbukti tumor mulai menghilang.
Bakteri yang dimaksud pada studi ini adalah Staphylococcus epidermidis, diambil dari bulu tikus dan diubah untuk menghasilkan protein yang merangsang sistem kekebalan tubuh sehubungan dengan tumor tertentu.
Eksperimen ini tampaknya sukses besar, dengan bakteri yang diubah untuk membunuh jenis kanker kulit setelah dioleskan ke bulu tikus. Hasilnya juga berhasil tercapai tanpa peradangan yang nyata pada tikus tersebut.
Michael Fischbach, seorang profesor bioteknologi di Stanford, cukup terkejut dengan keberhasilan studi ini.
"Tikus-tikus ini memiliki tumor yang sangat agresif yang tumbuh di sisi mereka, dan kami memberi mereka perawatan lembut di mana kami hanya mengambil usap bakteri dan menggosoknya di bulu kepala mereka," Kata Fischbach dilansir dari Engadget, Rabu (26/4).
Fischbach mengatakan bahwa melihat tumor itu menghilang adalah hal yang mengejutkan, bahkan para peneliti membutuhkan sedikit waktu lebih lama untuk mempercayai bahwa penelitian mereka membuahkan hasil yang manis.
Seperti perawatan kanker yang sedang berkembang lainnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya ini. Salah satunya, bahwa eksperimen ini dilakukan pada tikus. Manusia dan tikus secara biologis memiliki kesamaan dalam banyak hal, tetapi banyak perawatan yang bekerja pada tikus tidak berguna bagi manusia.
Selain itu, perawatan ini dirancang untuk mengobati tumor kanker kulit dan diterapkan secara topikal. Masih harus dilihat apakah manfaatnya bisa terbawa ke kanker internal pada manusia atau tidak.
Peneliti studi ini berharap nantinya uji coba ini dapat dilakukan pada manusia dalam beberapa tahun ke depan, meskipun masih memerlukan lebih banyak pengujian pada tikus dan hewan lain sebelum melanjutkan pada manusia. Para ilmuwan berharap bahwa pengobatan ini pada akhirnya dapat diarahkan pada semua jenis penyakit menular, selain sel kanker.
Reporter magang: Safira Tiur Margaretha (mdk/faz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya