Tender frekuensi 2,1 GHz bakal digabung dengan 2,3 GHz

Rabu, 6 Januari 2016 15:34 Reporter : Fauzan Jamaludin
Tender frekuensi 2,1 GHz bakal digabung dengan 2,3 GHz BTS. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan tender blok 11 dan 12 di frekuensi 2,1 GHz mulai ditenderkan pada kuartal kedua tahun 2016. Hal tersebut mundur dari agenda yang ditentukan di awal tahun 2016.

Menurut Menkominfo, pertimbangan diundurnya tender di frekuensi 2,1 GHz lantaran setelah adanya pertimbangan untuk digabung dengan frekuensi 2,3 GHz.

"Jadi, memang awalnya tender frekuensi 2.1 GHz dilaksanakan pada kuartal pertama. Namun, setelah dipertimbangkan lagi digabung dengan frekuensi 2,3 GHz di kuartal kedua. Mungkin akan beda sebulan dari rencana awal," katanya saat dijumpai di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Rabu (6/1).

Dengan digabungnya itu, ujar Menteri yang akrab disapa Chief RA itu, juga akan menguntungkan bagi operator selular. Pasalnya, akan memberikan ruang bagi operator untuk mendapatkan engineering benefit karena sudah ada kepastian jumlah frekuensi.

"Secara value akan lebih bagus untuk industri, karena pada akhirnya akan ada carrier agregration," ucapnya.

Selain itu, di sisi lain, Menkominfo akan terus melakukan efesiensi pada industri telekomunikasi. Saat ini pihaknya telah menyiapkan draft atau rancangan Peraturan Menteri (PM) tentang Radio Active Network (RAN) sharing.

Pada frekuensi 2,1 GHz ini, ditempati oleh empat operator telekomunikasi di antaranya Tri dengan lebar pita 10 MHz, Telkomsel 15 MHz, Indosat 10 MHz, dan XL 15 MHz. Sedangkan dua blok yang kosong 11 dan 12 masing-masing memiliki lebar pita 5 MHz. Sementara, total lebar pita di frekuensi tersebut 60 MHz. Sedangkan, di frekuensi 2,3 GHz masih ada kosong 30 MHz. [lar]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini