[TekMatis] Telegram tenggelam di arus teknologi modern
Merdeka.com - Pada zaman dahulu, Telegram merupakan hal yang paling digemari, bahkan sampai sekarang di beberapa negara. Namun kepopuleran Telegram ternyata harus sirna seiring berjalannya waktu.
Dikutip dari Phone Arena (15/7), tepat tanggal 14 Juli lalu, Telegram resmi ditutup untuk selamanya. Penyebab jelas, arus teknologi masa kini jauh lebih canggih sehingga menggerus eksistensi Telegram.
Telegram merupakan layanan yang digunakan untuk menyampaikan informasi jarak jauh dengan cepat, akurat dan terdokumentasi. Telegram berisi kombinasi kode yang ditransmisikan oleh alat yang disebut telegraf, dengan menggunakan kabel-kabel yang menghubungkan satu lokasi dengan lokasi yang lain melalui bawah laut.
Kini, orang tidak lagi memerlukan telegram untuk menyampaikan informasi jarak jauh, sebab teknologi kini sudah maju. Orang dapat menggunakan ponsel untuk berkirim surat (SMS atau layanan chatting). Lebih dari itu, bahkan Anda juga bisa bertatapan dengan orang yang jauh hanya dengan menggunakan monitor komputer bahkan ponsel.
Tidak hanya itu, perkembangan teknologi saat ini sudah mempengaruhi kelanjutan hidup alat komunikasi yang dulu tenar, kini mulai tersingkirkan. Sebut saja surat yang kini nyaris tergantikan oleh email. Ada buku sebagai penyebar informasi sudah tergantikan dengan layanan e-book di internet, serta lebih jauh dari itu, koran (media cetak) yang kini masih ada kemungkinan beberapa dekade lagi akan tergerus dengan media online.
Derasnya arus teknologi terutama komunikasi membuat banyak alat komunikasi tradisional yang justru tenggelam dan bahkan punah. Ditutupnya layanan Telegram ini sebenarnya masih mengundang banyak pro dan kontra. Hal ini dikarenakan fungsi layanan telegram di India yang ternyata masih sangat digandrungi.
Seperti yang dilansir oleh ZDNet (16/7), persatuan pekerja Bharat Sanchar Nigam (Telkomnya India) India, mengaku menentang apa yang dilakukan oleh pemerintahnya. Hal ini dikarenakan telegram yang masih sangat dibutuhkan oleh sebagian besar orang di sana.
Namun apa boleh buat, popularitas Telegram mungkin hanya terjadi di beberapa negara saja. Uniknya, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa lebih dari 850 juta pengguna mobile di India, menyatakan bahwa komunikasi tidak akan terganggu meski Telegram resmi di tutup.
(mdk/ega)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya