Mengapa Hujan Turun dalam Bentuk Tetesan Bukan seperti Air Terjun?

Ada penjelasan lengkap mengapa hujan turun berbentuk tetesan, bukan sekaligus air besar turun dari langit.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Mengapa Hujan Turun dalam Bentuk Tetesan Bukan seperti Air Terjun?
Mengapa Hujan Turun dalam Bentuk Tetesan Bukan Seperti Air Terjun? (© AI Generator/GetimgAI)

Saat hujan turun, ada pertanyaan yang menarik bagi sebagian orang. 

Pertanyaan itu adalah mengapa hujan turun dalam bentuk tetesan-tetesan kecil? Kenapa tidak seperti air terjun, misalnya. 

Dok. Istimewa
© Pexels/Fabiano Rodrigues

Mengutip ScienceABC, Sabtu (3/2), air dalam berbagai wujudnya, bergerak terus menerus di bumi dan di atmosfer. Pergerakan air ini bersifat siklik dan berulang. Oleh karena itu disebut siklus air.

Proses penguapan atau konversi dari wujud cair menjadi gas mengubah air di danau, lautan, dan samudera menjadi uap air.

Uap air ini mengembun atau berubah dari wujud gas menjadi cair di lapisan atas atmosfer yang kemudian membentuk awan.

Air dari awan turun kembali ke bumi sebagai hujan, salju, atau hujan es.

Lalu, bagaimana terjadinya dalam bentuk tetesan air hujan?

Lalu, bagaimana terjadinya dalam bentuk tetesan air hujan?<br>
Dok. Istimewa

Ketika udara yang sudah hangat dan lembab naik menjauh dari permukaan bumi, ia mendingin, lalu uap air yang ada di udara mengembun membentuk awan. Tergantung pada ketinggian dan suhu udara di sekitarnya. Awan mungkin terdiri dari kristal es kecil atau tetesan air.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Komposisi ini bervariasi dari satu awan ke awan lainnya, sehingga menghasilkan berbagai jenis awan yang dilihat. Sebagian besar curah hujan berasal dari awan nimbus atau kumulonimbus yang sangat tinggi.

Ketika tetesan awan mencapai ukuran dan berat yang mampu menahan gaya termal yang menariknya ke atas, mereka mulai berjatuhan.

Meskipun semua awan mengandung sejumlah uap air, hujan hanya turun dari sebagian saja, sedangkan sisanya menguap begitu saja ke langit.
 
Setiap tetesan yang membentuk awan memiliki diameter kurang dari 20 mikrometer. Awan mengandung sejumlah besar partikel higroskopis (yang mudah menyerap kelembapan), dan tetesan presipitasi sering kali terbentuk akibat partikel-partikel ini menyerap air.

Tetesan air yang turun dari awan itulah yang kita sebut dengan hujan. Mereka biasanya memiliki diameter minimal 0,5 milimeter pada sebagian besar waktu. 

Tetesan air yang turun dari awan itulah yang kita sebut dengan hujan. Mereka biasanya memiliki diameter minimal 0,5 milimeter pada sebagian besar waktu.&nbsp;<br>
Dok. Istimewa

Jumlah air yang terkandung dalam tetesan awan kira-kira satu juta kali lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah air hujan yang cukup besar untuk jatuh ke bumi tanpa segera menguap (diameter rata-rata adalah ~0,012 mm).

Tidak peduli seberapa derasnya hujan; ukuran rata-rata satu tetes hanya berdiameter sekitar 5 milimeter.

Nah itulah kenapa air hujan turun dalam bentuk tetesan. 

Rekomendasi