Keberhasilan pendidikan sering kali diukur dari kemampuan siswa dalam mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satu contoh nyata datang dari SMKN 4 Kupang di Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam video yang diunggah akun Instagram Infipop.id, dua orang siswa berhasil mengembangkan sebuah jemuran pintar berbasis internet.
Inovasi ini tidak hanya memudahkan kehidupan sehari-hari, tetapi juga menunjukkan potensi luar biasa generasi muda dalam era digital.
Dengan kemajuan teknologi, siswa SMKN 4 Kupang melihat peluang untuk mengintegrasikan konektivitas internet ke dalam alat sederhana ini.
Jemuran pintar yang mereka kembangkan mampu mengatur jadwal pengeringan, memantau kondisi cuaca, dan memberikan notifikasi saat pakaian sudah kering.
Advertisement
Ini adalah solusi cerdas yang menjawab kebutuhan akan efisiensi dan kemudahan dalam menjemur pakaian.
Ide jemuran pintar ini berasal dari dua siswa perempuan, Gavrila Asten dan Casandra Temaluru.
Kepala SMKN 4 Kupang mengapresiasi kemampuan mereka dalam menghasilkan inovasi yang berguna, terutama saat musim hujan.
Jemuran berbasis IoT ini secara otomatis menarik jemuran ke dalam saat hujan, sehingga pakaian tetap kering.
Gavrila Asten, siswa kelas XII Jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi, mengungkapkan bahwa pengalaman membuat jemuran berbasis IoT adalah pengalaman yang baru dan menantang.
"Secara tidak langsung saya dituntut berpikir kritis untuk menyelesaikan ide yang sudah kami mulai. Kami juga menjadi lebih produktif dan tertantang setelah produk ini berhasil kami selesaikan,” ujar Gavrila dilansir dari laman Vokasi Kemdikbud, Kamis (16/5).
Pengembangan jemuran pintar ini melibatkan riset mendalam, perancangan prototipe, dan serangkaian uji coba.
Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, menjelaskan bahwa kebebasan berpikir dan berkreasi adalah prinsip yang diterapkan di sekolah tersebut.
Para pendidik berperan sebagai pembimbing, sementara para siswa diberi ruang untuk berpikir dan mengembangkan ide mereka.
Advertisement
“Ini berfungsi untuk membentuk rasa tanggung jawab sekaligus mengasah kreativitas para siswa. Hasil yang dibuat oleh para siswa sangat bagus dan bermanfaat untuk banyak orang,” ucap Semi Ndolu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, memberikan apresiasi tinggi kepada para siswa SMKN 4 Kupang.
“Saya apresiasi betul karena mereka bisa membangun lingkungan sekolah sebagai tempat bagi anak-anak untuk bertumbuh, berkreasi, dan berinovasi. Kita harus dukung terus potensi-potensi dari setiap siswa,” ujar Ambrosius.