Ilmuwan Galileo Galilei pernah mempertaruhkan nyawa dan kebebasannya ketika dia mendukung teori Copernicus empat abad yang lalu.
Teori Copernicus adalah teori yang menyatakan bahwa ‘bumi berputar pada porosnya, bahwa bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet lainnya berputar mengelilingi matahari’.
Empat abad yang lalu, teori ini bertentangan dengan teori yang dipegang oleh Gereja Katolik. Mereka menyangkal teori yang diperkuat oleh fakta-fakta dan pemikiran ilmiah ini dengan keimanannya.
Gereja Katolik pada saat itu telah mengadopsi teori Ptolemaik sebagai ortodoksinya. Dalam teori ini, Bumi dianggap sebagai pusat alam semesta dan matahari, bulan, beserta semua planet lainnya mengelilingi Bumi.
Advertisement
Karena inilah, ketika Galileo menerbitkan bukunya “Dialogue Concerning the Two Chief World Systems”, orang-orang yang mendukung teori Ptolemaik merasa semakin tersinggung.
Dalam buku ini, Galileo seakan mengolok-olok semua orang yang tidak mempercayai teori Copernicus.
Sumber foto: Giovanni Battista Landini/Public Domain
Dikutip dari laman History, Selasa (12/9), Galileo menerima inkuisisi dari Vincenzo Maculano, yang ditunjuk langsung oleh Paus Urban VIII.
Inkuisisi adalah istilah yang secara luas digunakan untuk menyebut pengadilan terhadap ahli bidat. Di tanggal 12 April 1633 itu, inquisitor utama memerintahkan Galileo untuk dimulai persidangan.
Foto: NASA
Hasil dari sidang tersebut sangat merugikan bagi Galileo. Dia dianggap telah mendukung gerakan ‘bid’ah’ dengan pernyataannya dalam bukunya itu.
Dia juga dianggap melanggar janjinya pada tahun 1616, di mana ia diperingatkan untuk meninggalkan gagasan Copernicusnya dengan tidak membela atau mengajarkannya dengan cara apapun.
Advertisement
Dalam buku ini, Galileo dicurigai secara kuat memegang teguh pendapat Copernicus dan mempercayainya. Meskipun Galileo yang ketakutan telah bersedia untuk merevisi isi bukunya tersebut, tetapi komisi khusus yang ditunjuk tetap menjatuhkan hukuman kepada Galileo.
Sumber foto: Britannica
Advertisement
Ilmuwan itu dijatuhi status sebagai tahanan rumah seumur hidupnya sampai dia meninggal dunia karena sakit pada 8 Januari 1642.
Advertisement
Baru pada 31 Oktober 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan penyesalannya terhadap tindakan Gereja Katolik kepada Galileo.
Kemudian pada 21 Desember 2008, Paus Benediktus XVI pun menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi nama Galileo sebagai ilmuwan.