Sederet Bujuk Rayu Israel “Ngebet” Inginkan Einstein Jadi Presiden

Beragam cara dilakukan pemerintah Israel agar Albert Einstein mau menjadi Presiden kedua di negara itu.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Sederet Bujuk Rayu Israel “Ngebet” Inginkan Einstein Jadi Presiden
Sederet Bujuk Rayu Israel “Ngebet” Inginkan Einstein Jadi Presiden (© 2023 merdeka.com)

Israel telah memiliki sebelas presiden hingga kini. Namun tahukah Anda bahwa salah satu calonnya adalah fisikawan terkenal Albert Einstein

Hal ini terjadi pada tahun 1952, selang beberapa hari setelah kematian presiden pertama Israel, Chaim Weizmann. Mengapa Einstein?

Mengutip Britannica, American Museum of Natural History dan Snopes, Selasa (14/11), penawaran yang dilakukan oleh Duta Besar Israel untuk PBB, Abba Eban, atas nama Perdana Menteri David Ben-Gurion ini didasarkan kepada posisi Einstein yang sangat dihormati komunitas Yahudi secara global.

Sehingga pemerintah Israel memutuskan untuk mengirimkan surat penawaran kepada Einstein untuk menjadi presiden Israel yang kedua.

Demi mendukung penawaran ini, pemerintah Israel juga menegaskan bahwa Einstein akan diberikan berbagai keuntungan. 

Demi mendukung penawaran ini, pemerintah Israel juga menegaskan bahwa Einstein akan diberikan berbagai keuntungan. 
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Yang terbesar adalah Einstein akan diberikan fasilitas serta kebebasan penuh untuk melakukan karya ilmiah besarnya oleh pemerintah Israel.

Ini berarti meskipun Einstein menjabat sebagai presiden, dia tetap dapat menjalankan pekerjaannya sebagai ilmuwan dengan bebas.  

Namun, untuk menjalani peran ini Einstein juga perlu melakukan satu hal yang cukup serius, yaitu pindah ke Israel dari tempat tinggalnya Princeton, New Jersey, Amerika Serikat.

Selain itu, dia juga harus mengambil kewarganegaraan Israel. Penawaran ini sejatinya tidak mengejutkan.

Mengapa? Mengingat Einstein memiliki sederet prestasi yang bahkan berhasil membuatnya mendapatkan Hadiah Novel berkat temuan hukum efek fotolistriknya pada tahun 1921.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kejeniusannya dalam dunia fisika dan matematika pun dianggap mampu memberikan solusi terkait perekonomian Israel yang saat itu merupakan negara kecil yang masih berkembang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Terkait penawaran ini, Einstein membalas dengan surat yang singkat dan berbunyi ramah, menyatakan ilmuwan ini merasa tidak memiliki kompetensi yang cocok untuk memimpin sebuah negara. Usianya yang telah lanjut yaitu 73 tahun juga menjadikan dia merasa tidak dapat menerima tawaran ini.

Rekomendasi