YouTuber ini Ngebet Beli TikTok Saingan dengan Elon Musk dan Microsoft, Tawar Harga Rp 325 Triliun

MrBeast bersama investor besar di AS telah mengajukan tawaran sebesar Rp 325 triliun untuk membeli TikTok, bersaing dengan Elon Musk dan Microsoft.

Yuslianson
Oleh Yuslianson - Reporter
YouTuber ini Ngebet Beli TikTok Saingan dengan Elon Musk dan Microsoft, Tawar Harga Rp 325 Triliun
YouTuber MrBeast bagi-bagi uang USD 50.000 di hari ulang tahunnya (Foto: Instagram @mrbeast). (© 2025 Liputan6.com)

MrBeast, bersama sejumlah investor asal Amerika Serikat, dilaporkan telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari USD 20 miliar, setara dengan sekitar Rp 325 triliun, untuk melakukan akuisisi TikTok.

Penawaran yang diajukan oleh YouTuber bernama asli Jimmy Donaldson ini melebihi tawaran yang diajukan oleh grup Project Liberty, yang dipimpin oleh pemilik LA Dodgers, Frank McCourt, serta Kevin O'Leary dari Shark Tank.

Menurut laporan dari GSM Arena pada Jumat (31/1), grup investor yang dipimpin oleh MrBeast juga melibatkan tokoh terkenal seperti David Baszucki, pendiri dan CEO Roblox, serta Nathan McCauley, pendiri dan CEO Anchorage Digital.

Tawaran dari MrBeast dan timnya dinyatakan lebih tinggi dibandingkan dengan penawaran dari Project Liberty, yang sebelumnya telah mengajukan penawaran senilai USD 20 miliar.

Selain itu, Elon Musk dan Microsoft juga dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi operasi TikTok di Amerika Serikat.

Meskipun banyak pihak menunjukkan minat untuk membeli, ByteDance, sebagai pemilik TikTok, belum memberikan pernyataan resmi mengenai kemungkinan kesepakatan ini.

Perusahaan tersebut juga menekankan bahwa mereka tidak akan menjual atau memisahkan bisnis TikTok di AS.

Sebelumnya, MrBeast pernah mencuit di akun media sosialnya, "Oke, aku akan beli TikTok agar aplikasi ini tidak dilarang," yang pada awalnya dianggap sebagai lelucon oleh para penggemarnya.

Namun, dalam cuitan selanjutnya, ia mengungkapkan bahwa beberapa miliarder langsung menghubunginya dan menyatakan keinginan untuk mendukung rencananya dalam membeli platform berbagi video yang berasal dari China tersebut.

Apakah MrBeast dapat menyelamatkan TikTok di Amerika Serikat?

Jika TikTok dioperasikan oleh perusahaan atau entitas yang berlokasi di Amerika Serikat, maka aplikasi ini berpeluang untuk tetap berfungsi di negara tersebut.

Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran pemerintah AS mengenai kemungkinan penyebaran informasi yang dibagikan pengguna, baik dengan sengaja maupun tidak, kepada pemerintah Tiongkok.

Menurut pernyataan dari Departemen Kehakiman AS, informasi yang dikhawatirkan termasuk data yang dikumpulkan TikTok dari pengguna yang masih di bawah umur.

Apakah ByteDance benar-benar menjual TikTok?

Melalui platform media sosial, MrBeast selalu berhasil menarik perhatian publik dengan beragam konten yang ia sajikan. Baru-baru ini, ia bahkan disebut-sebut akan mengadakan giveaway dengan total hadiah mencapai Rp 736 Juta. (Liputan6.com/IG/@mrbeast)

Meskipun ada beberapa pihak yang menyatakan ketertarikan untuk membeli TikTok, seperti MrBeast, dan baru-baru ini Tiongkok menawarkan aplikasi tersebut kepada Elon Musk, pertanyaan yang muncul adalah apakah TikTok benar-benar akan dijual.

Pengacara ByteDance, Noel Francisco, menegaskan bahwa aplikasi ini tidak untuk dijual. Ia menjelaskan bahwa setiap upaya untuk menjual TikTok kemungkinan akan dihalangi oleh pemerintah Tiongkok.

Sebelumnya, ByteDance mempertimbangkan untuk menjual sebagian sahamnya di TikTok sebagai langkah untuk menghindari larangan di Amerika Serikat. Namun, tampaknya rencana tersebut kini mengalami perubahan.

Gagasan MrBeast dan beberapa miliarder lainnya yang berkolaborasi untuk mengumpulkan dana dan sumber daya guna membeli TikTok menjadi sebuah ide yang menarik. Namun, kita perlu melihat apakah ByteDance dan pemerintah Tiongkok akan setuju dengan kesepakatan ini.

Nasib TikTok di Amerika Serikat s

Di Amerika Serikat, TikTok telah menjadi aplikasi yang sangat digemari. Namun, popularitasnya yang tinggi menimbulkan kekhawatiran karena asalnya dari Tiongkok, yang dianggap dapat mengumpulkan dan mengirimkan data pribadi pengguna di AS ke negara asalnya.

Oleh karena itu, Presiden AS Joe Biden mengeluarkan keputusan untuk melarang TikTok di wilayahnya. Larangan ini akan mulai berlaku pada 19 Januari 2025, kecuali jika TikTok diakuisisi oleh perusahaan asal Amerika.

Dengan adanya kebijakan ini, ByteDance, selaku perusahaan induk TikTok, dihadapkan pada dua pilihan: menutup aplikasi tersebut jika tidak dijual kepada perusahaan AS atau menjual operasional TikTok di AS agar tetap dapat beroperasi di negara tersebut.

Rekomendasi