Bukan Newton atau Galileo, Sosok tak Terduga ini Justru Lebih Dulu Tahu Konsep Gravitasi, Profesinya Pelukis

Leonardo da Vinci menyelidiki gravitasi sebagai bentuk percepatan jauh sebelum Galileo dan Newton, meski tidak memiliki alat presisi.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Bukan Newton atau Galileo, Sosok tak Terduga ini Justru Lebih Dulu Tahu Konsep Gravitasi, Profesinya Pelukis
Bukan Newton atau Galileo, Sosok tak Terduga ini Justru Lebih Dulu Tahu Konsep Gravitasi, Profesinya Pelukis (Ilustrasi dibuat dengan Grok AI)

Leonardo da Vinci, seniman dan ilmuwan ternama, ternyata memiliki pemahaman mendalam tentang gravitasi jauh sebelum Galileo Galilei dan Isaac Newton.

Penelitian dari California Institute of Technology (Caltech) mengungkapkan bahwa da Vinci, meskipun dengan alat yang terbatas, telah melakukan eksperimen penting terkait percepatan gravitasi pada awal 1500-an.

Mengutip ArkeoNews, Rabu (22/1), penemuan ini berawal dari penelitian Mory Gharib, seorang profesor di Caltech, yang mempelajari Codex Arundel—koleksi catatan da Vinci.

Dalam dokumen yang kini dapat diakses secara online melalui British Library, Gharib menemukan sketsa eksperimen yang menunjukkan partikel jatuh dari sebuah wadah, membentuk segitiga pada permukaan yang terkena partikel tersebut. Pada salah satu segitiga, da Vinci menuliskan frasa “Equatione di Moti,” yang memicu rasa ingin tahu para peneliti.

Eksperimen Gravitasi yang Mendahului Zaman

Dalam catatannya, da Vinci menggambarkan bagaimana kecepatan material yang jatuh meningkat karena gravitasi. Partikel yang jatuh tidak lagi dipengaruhi oleh wadahnya, melainkan oleh gaya tarik gravitasi.

Namun, da Vinci tidak mampu merumuskan pengamatannya ke dalam bentuk persamaan matematis yang akurat. Salah satu kelemahan utama adalah ketiadaan alat untuk mengukur waktu dengan presisi.

Menurut Chris Roh, salah satu peneliti dari Cornell University yang terlibat dalam studi ini, da Vinci memperkirakan jarak yang ditempuh oleh objek yang jatuh sebanding dengan dua pangkat waktu (2^t), bukan kuadrat waktu (t^2) seperti yang kemudian ditemukan Galileo. Meski salah, pendekatan ini menunjukkan tingkat pemikiran yang sangat maju pada zamannya.

Simulasi Modern dan Hasil yang Menarik

Untuk memahami lebih jauh, para peneliti menerjemahkan catatan da Vinci yang ditulis dalam gaya tulisan cermin khasnya dari kanan ke kiri. Mereka kemudian mereplikasi eksperimen da Vinci menggunakan simulasi komputer. Hasilnya menunjukkan bahwa da Vinci membuat kesalahan yang sama seperti yang terungkap melalui simulasi modern, tetapi tetap menunjukkan kejeniusan dalam pendekatannya terhadap konsep percepatan.

“Kami tidak tahu apakah da Vinci melakukan eksperimen lebih lanjut atau mendalami pertanyaan ini lebih dalam,” ujar Gharib.

“Namun, fakta bahwa ia sudah memikirkan masalah ini pada awal 1500-an menunjukkan betapa jauh pemikirannya melampaui zamannya," tambahnya.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Leonardo dengan judul “Leonardo da Vinci’s Visualization of Gravity as a Form of Acceleration.” Penemuan ini menambah bukti bahwa da Vinci tidak hanya seorang seniman luar biasa, tetapi juga seorang ilmuwan yang memiliki wawasan luar biasa di bidang fisika, jauh sebelum teori gravitasi dikembangkan secara ilmiah.

Rekomendasi