Aksi penipuan digital yang memanfaatkan platform media sosial semakin meningkat seiring dengan bertambahnya pengguna dan penetrasi digital. Salah satu modus yang banyak terjadi adalah penipuan terkait tiket murah dan akomodasi wisata yang terjangkau. Fenomena ini muncul karena tingginya permintaan masyarakat terhadap tiket murah, terutama mengingat harga tiket pesawat yang cukup mahal. Penipuan ini biasanya dilakukan dengan sangat hati-hati, menggunakan akun-akun dengan jumlah pengikut yang besar.
"Penipu sangat jeli memanfaatkan mahalnya harga tiket pesawat terbang dari maskapai ternama dan menawarkan potongan menggiurkan 50 persen dari harga resmi, guna menjerat calon korbannya," jelas pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, dalam wawancara dengan Tekno Liputan6.com pada Jumat (29/11).
Untuk menambah kepercayaan, para pelaku sering kali melampirkan testimoni palsu dari publik figur terkenal seperti Rossa, Michelle Ziu, dan Dian Sastro.
Modus operandi yang digunakan oleh penipu ini adalah meminta korban untuk mengirimkan uang sebagai syarat untuk mendapatkan tiket yang dijanjikan. Setelah uang dikirim, penipu akan melanjutkan aksinya dengan meminta korban untuk melakukan transfer tambahan sebagai deposit.
Mereka berdalih bahwa uang tersebut akan dikembalikan dalam waktu 10 hingga 15 menit. Menurut Alfons, akibat dari penipuan ini, banyak korban yang mengalami kerugian hingga jutaan rupiah, bahkan ada yang terus menerus mentransfer uang hingga total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Alfons mengungkapkan bahwa penipuan ini terungkap setelah adanya laporan dari salah satu korban. Melalui penelusuran yang dilakukan, ditemukan bahwa beberapa endorsement yang dilakukan oleh figur publik ternyata tidak asli. Ia menjelaskan bahwa akun-akun yang melakukan endorsement tersebut bukanlah akun resmi mereka.
Akun-akun tersebut dibuat dengan cara mencuri serta mengedit foto dari akun yang asli. Oleh karena itu, Alfons mengingatkan kepada para pengguna media sosial untuk lebih waspada saat melakukan transaksi keuangan, meskipun akun tersebut memiliki banyak follower.
"Sebaiknya, jika Anda ingin melakukan transaksi finansial, sangat berisiko jika hanya mengandalkan kepercayaan terhadap kredibilitas akun Instagram atau media sosial tersebut," jelas Alfons.
Advertisement
Konsumen perlu berhati-hati
Pengguna internet perlu waspada meskipun sebuah akun mendapatkan banyak endorsement dari tokoh terkenal. Hal ini tidak menjamin bahwa akun tersebut bebas dari praktik penipuan.
"Vaksincom menyarankan Anda untuk melakukan transaksi hanya pada situs atau layanan yang sudah terbukti keandalannya, atau jika ingin berbelanja, sebaiknya lakukan di platform yang terpercaya," ujar mereka.
Sebagai contoh, konsumen sebaiknya membeli tiket dari penyelenggara perjalanan yang sudah dikenal baik, termasuk aplikasi perjalanan populer.
Selain itu, konsumen diingatkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh tawaran diskon yang terlalu besar. Mereka juga disarankan untuk selalu memverifikasi keaslian akun-akun yang terverifikasi, karena sering kali ada upaya pemalsuan tanda verifikasi.
"Hati-hati juga dengan centang biru yang dipalsukan, seperti yang terjadi pada pemalsuan centang biru di akun WhatsApp. Seharusnya, tanda ini diletakkan setelah nama akun, tetapi penipu seringkali meletakkannya di samping logo perusahaan," tutup Alfons.