TASPEN bersama PELNI Perkuat Mitigasi Penipuan Digital yang Mengatasnamakan Perusahaan

TASPEN mengadakan pertemuan dengan PELNI untuk membahas strategi mitigasi penipuan digital, serta meningkatkan edukasi dan perlindungan bagi masyarakat.

Wuri Anggarini
Oleh Wuri Anggarini - Reporter
TASPEN bersama PELNI Perkuat Mitigasi Penipuan Digital yang Mengatasnamakan Perusahaan
TASPEN terima kunjungan dari PELNI pada Senin (3/8) di Kantor Pusat TASPEN, Jakarta.

Pada hari Senin (3/8), PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mengunjungi Kantor Pusat TASPEN yang berada di Jakarta. Pertemuan ini dihadiri oleh Tim Antisipasi Penipuan TASPEN dan Pjs. Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Papilanda, beserta timnya, menjadi kesempatan untuk berbagi praktik terbaik (best practice) dalam merumuskan strategi komunikasi dan mitigasi terhadap maraknya penipuan digital yang mengatasnamakan perusahaan.

Kedua perusahaan dalam pertemuan tersebut juga membahas sejumlah langkah yang dapat diambil untuk mencegah dan menangani penipuan yang menggunakan nama BUMN. Diskusi ini meliputi cara menangani pengaduan masyarakat, mekanisme pelaporan akun-akun palsu dan situs phishing, strategi edukasi publik, serta penguatan koordinasi lintas fungsi demi meningkatkan perlindungan bagi masyarakat.

Kolaborasi Antar-BUMN untuk Mengantisipasi Penipuan Digital

Corporate Secretary TASPEN, Henra, menekankan bahwa perkembangan ancaman penipuan digital yang kian beragam memerlukan langkah-langkah antisipatif yang bersifat adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Henra menyatakan, "TASPEN menyambut baik kunjungan dari PELNI sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antar-BUMN dalam menghadapi tantangan penipuan digital yang semakin kompleks. Melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik, kami berharap kunjungan ini memberikan manfaat bagi kedua perusahaan dalam memperkuat strategi pencegahan penipuan yang mengatasnamakan BUMN."

Antara Januari 2025 hingga Juli 2026, TASPEN melaporkan sebanyak 444 akun yang diduga melakukan penipuan dengan mengatasnamakan perusahaan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital. Selain itu, TASPEN juga menerbitkan 138 publikasi tentang kewaspadaan terhadap penipuan di media nasional dan media sosial, serta memperkuat edukasi melalui konten di Instagram, TikTok, dan YouTube. Hingga 31 Juli 2026, video edukasi tentang kewaspadaan terhadap penipuan yang diunggah di Instagram resmi TASPEN telah ditonton lebih dari 190 ribu kali, menunjukkan komitmen TASPEN dalam meningkatkan literasi digital dan kesadaran publik terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.

Kampanye #TahanPastikanLaporkan Memperkuat Pendidikan Publik.

TASPEN telah meluncurkan kampanye #TahanPastikanLaporkan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan. Dalam kampanye ini, TASPEN mengajak peserta untuk tetap waspada dengan tidak memberikan respons yang terburu-buru terhadap informasi yang mencurigakan, serta memastikan keaslian informasi melalui saluran resmi yang ada.

Selain itu, TASPEN juga meminta masyarakat untuk melaporkan setiap indikasi penipuan yang mereka temui. Kerja sama dengan PELNI menunjukkan komitmen TASPEN sebagai bagian dari Danantara dalam memperkuat sinergi serta praktik terbaik untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan bagi peserta dan masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan pengembangan Center of Excellence (CoE) Customer Experience yang bertujuan untuk menghadirkan layanan yang aman, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta.

Rekomendasi