Dua Bayi Sehat Ini Terlahir dari Kreasi Robot dan Stik PS5

Dua bayi sehat telah lahir di Spanyol dari sel telur manusia yang dibuahi oleh robot penginjeksi sperma yang dikendalikan oleh pengontrol Playstation 5.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Dua Bayi Sehat Ini Terlahir dari Kreasi Robot dan Stik PS5
Dua Bayi Sehat Ini Terlahir dari Kreasi Robot dan Stik PS5. YOUTUBE via The Independent

Dua bayi sehat telah lahir di Spanyol dari sel telur manusia yang dibuahi oleh robot penginjeksi sperma yang dikendalikan oleh pengontrol Playstation 5.

Mekanisme ini dilakukan oleh Perusahaan rintisan Overture Life yang berbasis di Barcelona. Perusaahaan yang memiliki tagline ‘Revolutionizing Embryology’ ini telah menciptakan fertilisasi in-vitro atau IVF yang lebih canggih.

"Tujuan kami adalah untuk meningkatkan jumlah kasus sukses dengan mengotomatiskan berbagai prosedur yang terlibat dalam reproduksi bantuan," tulis tentang Overture Life dalam laman resminya.

Dilansir dari Indy100, Selasa (2/5), umumnya dalam menyaturkan sel telur yang akan dibuahi, perawatan biasa melibatkan spesialis yang menggabungkan sel telur wanita dan sperma pria dengan menggunakan mikroskop dan jarum khusus yang terkadang menghasilkan pembuahan yang berhasil.

Namun layanan ditawarkan Overture Life ini bersifat lebih detail. Karena itu, praktik IVF jadi mahal, rumit, dan butuh kerja keras untuk melakukannya dengan benar. Setiap percobaan kehamilan dilaporkan menelan biaya sekitar USD20.000 atau Rp 293 jutaan.

Di sinilah hal-hal seperti pengontrol Playstation mulai digunakan. Seorang mahasiswa teknik Eduard Alba bercerita kala ia menggerakan jarum IVF kecil dengan menggunakan stik Playstation 5. Ia menggerakkan jarum IVF kecil membawa sel sperma tunggal dan memasukkannya ke dalam sel telur setidaknya belasan kali.

“Saya tenang. Pada saat yang tepat, saya berpikir, 'Ini hanya satu eksperimen lagi." Berkat Overture ini sekarang dapat mengklaim telah melahirkan dua gadis sehat, yang pertama kali dikandung oleh robot,” kata dia.

Meski ini kabar baik, namun para ahli percaya bahwa jalan masih panjang sebelum praktik ini menjadi hal biasa. Dokter kesuburan Gianpiero Palermo, yang dikenal sebagai penemu injeksi sperma intracytoplasmic pertama di dunia atau ICSI pada 1990-an, menyebut konsep itu "luar biasa" tetapi memperingatkan bahwa itu hanyalah "langkah kecil".

"Ini belum robot ICSI, menurut saya," katanya.

Namun yang lain, seperti Zev Williams, direktur klinik kesuburan Universitas Columbia, tidak begitu yakin.

"Anda mengambil sperma, memasukkannya ke dalam sel telur dengan trauma minimal, sehalus mungkin. Saat ini manusia jauh lebih baik daripada mesin," ungkap Williams.

Namun, langkah ini menjadi menarik dalam evolusi manusia dan Overture telah mengumpulkan USD37 juta untuk penelitian lebih lanjut, dengan sebagian besar dananya berasal dari pendukung utama seperti mantan CEO YouTube Susan Wojcicki.

Rekomendasi