GoTo IPO, Menko Airlangga: Mendikbud Pionirnya Sekaligus Nanti Lapor Peningkatan Aset

GoTo resmi tercatat di bursa saham Indonesia. Dalam acara pencatatan perdana saham itu, Senin (4/11), hadir beberapa menteri seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkominfo Johnny G. Plate, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, Mendag M. Lutfi, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan Mehub Budi Karya.

Rita
Oleh Rita - Reporter
GoTo IPO, Menko Airlangga: Mendikbud Pionirnya Sekaligus Nanti Lapor Peningkatan Aset
GoTo IPO, Menko Airlangga: Mendikbud Pionirnya Sekaligus Nanti Lapor Peningkatan Aset. ©2022 Merdeka.com

GoTo resmi tercatat di bursa saham Indonesia. Dalam acara pencatatan perdana saham itu, Senin (4/11), hadir beberapa menteri seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkominfo Johnny G. Plate, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, Mendag M. Lutfi, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan Menhub Budi Karya Sumadi.

Dalam sambutannya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengucapkan selamat atas resminya GoTo tercatat melantai di bursa saham. Dihadapan hadirin, Ia juga menyebut nama Mendikbud Ristek Nadiem Makarim sebagai pionir GoTo. Dirinya pun becanda bahwa dengan IPO GoTo ini mengharuskan Nadiem melaporkan harta kekayaannya lagi.

"Jadi ini Mendikbud Ristek yang nanti laporannya harus lapor lagi karena ada peningkatan aset," kata Airlangga disambut tawa tamu undangan.

Airlangga pun berharap, nantinya akan ada startup-startup lain yang menyusul melantai di bursa saham. Merujuk data yang dimilikinya, di saat pandemi saat ini sektor Informasi dan Komunikasi tumbuh 10 persen di 2020 dan pada 2021 meningkat 6,81 persen.

"Ekonomi digital kita tertinggi di Asia Tenggara. Tahun 2021 sekitar USD 70 miliar, dan diperkirakan di 2025 USD 146 miliar. Kita diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan. Dan Jumlah startup juga diharapkan terus meningkat," jelas dia.

Sebagaimana diketahui, GoTo berhasil mengumpulkan total dana sebesar Rp15,8 triliun (USD1,1 miliar), terdiri dari keberhasilan penghimpunan dana sebesar Rp13,7 triliun (USD954,7 juta) dari penawaran umum saham melalui IPO, serta menghimpun dana sebesar Rp 2,1 triliun (USD146,3 juta) melalui penjualan saham treasuri dalam rangka opsi penjatahan lebih (greenshoe). Penghimpunan dana tersebut mencerminkan kapitalisasi pasar sebesar Rp400,3 triliun (USD28 miliar).

Berdasarkan jumlah dana yang dihimpun, IPO GoTo merupakan IPO terbesar ketiga di Asia dan kelima di dunia untuk tahun 2022. IPO GoTo juga menarik partisipasi sekitar 300.000 investor dalam proses penawaran umum saham, yang merupakan rekor partisipasi tertinggi investor pada proses IPO dalam sejarah pasar modal Indonesia.

Rekomendasi