Ericsson sebut 10 Hal Ini Bakal Trending di Tahun 2030

Kehadiran inovasi teknologi akan semakin canggih ke depannya. Seperti apa Ericsson melihatnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ericsson sebut 10 Hal Ini Bakal Trending di Tahun 2030
Ericsson. © Rediff.com

Kehadiran inovasi teknologi akan semakin canggih ke depannya. Bukan hanya penggunaan teknologi augmented reality (AR), virtual reality (VR), asisten virtual, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang sudah mulai diterapkan di berbagai use cases oleh perusahaan teknologi di era 4G, inovasi teknologi ini akan semakin canggih di era 5G.

Berdasarkan keterangan dari Ericsson Research, Rabu (19/8), prediksi kecanggihan teknologi ditandai dengan kemampuan internet dalam merepresentasikan panca indra manusia. Seperti apa?

1. Your brain is the user interface

Pada tahun 2030, teknologi diatur untuk menanggapi pikiran manusia dan bahkan mampu membagikannya kepada orang lain. Ketika otak manusia dapat bertindak sebagai interface maka keyboard, mouse, game controller, dan user interface perangkat digital lainnya menjadi tidak berguna. Pengguna hanya perlu memikirkan suatu perintah, dan itu akan terjadi.

2. Sounds like me

Pelanggan pun berharap untuk memiliki kendali penuh tidak hanya atas apa yang mereka dengar tetapi juga apa yang orang lain dengar dari mereka. Di masa depan, mereka berharap dapat lebih mengendalikan bagaimana suara mereka dapat diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun. Lebih dari 70% responden berharap untuk memiliki earphone yang mampu menerjemahkan bahasa secara otomatis dan sempurna.

3. Any flavor you want

Lebih dari 40% responden meyakini bahwa menempatkan perangkat di mulut akan secara digital meningkatkan rasa makanan. Dengan demikian, makanan apapun akan terasa seperti yang manusia inginkan. Hal ini dapat berdampak besar pada kesehatan dan diet manusia, sebab memungkinkan mereka untuk mengonsumsi makanan sehat, namun terasa layaknya masakan buatan restoran bintang lima.

4. Digital aroma

Aroma merupakan sensasi fisik yang memengaruhi manusia secara langsung dan dalam. Saat ini, pengalaman berbelanja daring belum melibatkan kemampuan mencium bau, namun pelanggan memperkirakan indra penciuman manusia akan menjadi bagian penting dari internet pada tahun 2030, dengan 47 persen memprediksi data penciuman akan tersedia bagi perusahaan untuk digunakan secara komersial.

5. Total touch

Kemampuan merasakan tekstur digital di masa depan mungkin akan melampaui batas-batas layar smartphone. Faktanya, enam dari 10 responden memperkirakan perangkat wristband akan dapat menstimulasi saraf sehingga manusia bisa merasakan obyek secara digital pada tahun 2030.

6. Merged reality

Pada tahun 2030, separuh responden membayangkan perbedaan antara realitas fisik dan digital akan hampir sepenuhnya hilang. Pengalaman visual gabungan (merged visual) pertama diprediksi akan terjadi pada industri gaming terlebih dahulu: lebih dari tujuh dari 10 responden meyakini dunia game VR akan sulit dibedakan dari realitas fisik.

7. Verified as real 

Melanjutkan poin sebelumnya, separuh pelanggan meyakini bahwa pada tahun 2030, internet yang sepenuhnya indrawi akan semakin canggih hingga ke titik di mana realitas fisik dan digital akan berbaur menjadi satu, dan teknologi dapat meniru dan memanipulasi indra manusia.

8. Post-privacy consumers

Pelanggan percaya bahwa teknologi face recognition akan semakin populer digunakan dimana-mana, hingga konsep privasi hampir tidak ada lagi. Dengan demikian, setengah dari responden dalam studi tersebut mengharapkan adanya undang-undang data digital yang mengatur penggunaan data publik dan pribadi dengan jelas, sehingga masalah privasi tidak lagi ada.

9. Connected sustainability 

Sebanyak enam dari 10 responden meyakini bahwa layanan internet yang sepenuhnya indrawi memungkinkan manusia untuk secara digital seolah-olah berada dimana saja, sehingga dapat menghemat waktu serta membantu menyelamatkan Bumi. 

10. Sensational services

Dalam studi ini, pelanggan memperkirakan bahwa pada dasawarsa berikutnya suara dan penglihatan digital yang dilengkapi dengan sentuhan, rasa, penciuman, dan lainnya, akan mengubah pengalaman screen-based saat ini menjadi pengalaman multi-indra yang secara praktik tidak dapat dipisahkan dari realitas fisik. Lebih dari 40% responden mengaku ingin merasakan petualangan liburan digital yang melibatkan semua indra mereka, di mana manusia dapat membenamkan diri sepenuhnya di tempat dan periode waktu lain.

 

Rekomendasi