Epson Hijaukan TWA Angke Kapuk, Jakarta Utara

Menutup tahun fiskal 2019 yang berakhir pada 31 Maret 2020, PT Epson Indonesia menggelontorkan sejumlah kegiatan CSR penanggulangan kemiskinan dan kepedulian terhadap lingkungan. Pada kegiatan CSR tersebut, pabrikan printer asal Jepang ini melakukan penanaman pohon mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Epson Hijaukan TWA Angke Kapuk, Jakarta Utara
Epson Indonesia tanam mangrove di TWA Angke Kapuk. ©2020 Merdeka.com

Menutup tahun fiskal 2019 yang berakhir pada 31 Maret 2020, PT Epson Indonesia menggelontorkan sejumlah kegiatan CSR penanggulangan kemiskinan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pada kegiatan CSR tersebut, pabrikan printer asal Jepang ini melakukan penanaman pohon mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara, baru-baru ini. Lebih dari 200 batang mangrove ditanam di kawasan tersebut dengan melibatkan pihak sekolah.

M Husni Nurdin, Director Finance & Corporate Service PT Epson Indonesia, menjelaskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki program Sustainable Development Goals (SDG's) dengan beberapa target, antara lain kemiskinan dan lingkungan hidup. Selama 18 tahun terakhir, Epson fokus pada kemiskinan. Upaya yang dilakukan misalnya menyantuni panti asuhan, yatim piatu, sekolah-sekolah yang membutuhkan donasi beragam jenis, termasuk pemberian printer dan projector.

"Awalnya CSR Epson bergerak dalam membantu mengentaskan kemiskinan. Selanjutnya, kami mulai mengarah pada kepedulian terhadap lingkungan," kata Husni Nurdin.

Menurutnya, pihaknya saat ini didukung banyak komunitas yang secara etis memiliki kewajiban sosial. Kami mencoba mengembangkan Epson identik dengan lingkungan. Saat ini kami punya visi yakni tahun 2050 mengurangi emisi karbon sampai kecil untuk seluruh proses seluruh kegiatan Epson di seluruh dunia.

"Jadi, setelah kemiskinan, kami ambil lingkungan (sebagai program CSR)," ujarnya.

Lebih lanjut, kata Husni, hutan mangrove penting bagi Jakarta dan daerah lain. Karena laut Jakarta paling polusi, akibat perencanaan pembangunan yang tidak baik sehigga bagian-bagian pantai mengalami abrasi.

"Ekologi lingkungan semakin tidak ideal, kami berpikir Jakarta sangat penting, sehingga daerah pantai harus kembali hijau, mengembalikan ekologi satwa dan seterusnya," tuturnya.

Bermitra dengan Sekolah-sekolah

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha SMA 96 Jakarta Barat Lambria Sofia mengatakan kontribusi Epson ke sekolah dan pendidikan sangat membantu. Donasi Epson sangat baik untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Termasuk kegiatan peduli lingkungan menanami mangrove di TWA Angke Kapuk.

"Epson meminta kami agar terlibat dalam kegiatan mangrove, kemudian pihak sekolah respons untuk terlibat. Mereka ajak untuk menanam untuk kepedulian. Kami terlibat, Epson peduli dengan sekolah dengan memberikan satu produk printer untuk digunakan dalam kegiatan pendidikan. Bantuan ini sangat dibutuhkan, karena di sekolah pengadaan printer diperbolehkan hanya satu unit per tahun. Kami akan terlibat dalam kegiatan mangrove, ini sangat bagus kalau bisa kegiatan terus berlangsung untuk lingkungan," ujar Lambria.

Ken Savitri, Pengelola TWA Angke Kapuk, menambahkan kawasannya memiliki luas 99 hektare, tapi hanya 25 persen ditumbuhi oleh mangrove. Sebelumnya kawasan ini adalah tambak udang. Pihaknya terus berupaya melakukan penghijauan, tapi banyak menemukan kendala termasuk mangrove mati akibat arus laut.

"Jadi kami masih memerlukan partisipasi masyarakat untuk ikut konservasi mangrove. Kami terbantu sekali dan berharap kegiatan ini berlanjut," pungkas Ken.

Rekomendasi