Ruangguru merupakan startup bidang pendidikan. Pada Juli 2019 lalu, Ruangguru pernah menyebutkan bahwa saat ini jumlah penggunanya tembus 15 juta pelajar dan 300 ribu guru dari seluruh Indonesia telah bergabung.
Rumor pun menyebutkan bahwa perusahaan digital startup besutan Belva Devara dan Iman Usman digadang-gadang bakal menjadi unicorn baru negeri ini.
Benarkah demikian? Vice President Ruangguru, Ritchie Goenawan enggan menanggapi rumor tersebut.
Dia pun hanya menjawab diplomatis. Bagi perusahaannya, yang terpenting bukanlah gelar unicorn yang diraih. Melainkan, bermanfaat untuk banyak siswa.
"Ambisi kami bukan jadi unicorn. Ambisi kami gimana bisa memberi dampak ke sebanyak mungkin siswa di seluruh Indonesia," jelas Ritchie kepada awak media usai acara Forum Merdeka Barat 9 di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Kamis (31/10).
"Tetapi amin bisa menjadi unicorn. Sekali lagi, fokus kami melayani user," tambahnya.
Ditanya soal adanya pendanaan baru, Ritchie juga tak berkomentar. Kata dia, terkait dengan pendanaan dan valuasi, tunggu komentar resmi dari pihaknya. Hal ini terkait dengan gossip bakal masuknya Softbank menjadi investor di Ruangguru.
"Kalau itu saya tidak komentar dulu. Tunggu komentar resmi dari Ruangguru saja ya," ungkap dia.
Sebagaimana diketahui, investor Ruangguru di antaranya East Ventures, Venturra Capital, UOB, dan dana hibah dari Australian Department of Foreign Affairs and Trade dan Atlassian Foundation International, melalui ajang Solve Challenge pada tahun lalu.