Telkomsel hindari penggunaan intrusive ads dan gunakan Big Data

Telkomsel mengatakan bahwa akan mereka akan meninggalkan intrusive ads dalam mengiklankan suatu produk.

Dwi Andi Susanto
Oleh Dwi Andi Susanto - Reporter
Telkomsel hindari penggunaan intrusive ads dan gunakan Big Data
Telkomsel VP Digital Advertising Haryati Lawidjaja. © Instagram.com/addictionid

Di pertengahan September 2014 lalu, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan Asosiasi Digital Indonesia (IDA) menyatakan keberatan atas praktik intrusive advertising yang dilakukan oleh Telkomsel dan XL Axiata.Format advertising pada umumnya mempunyai dua bentuk, yakni interstitial ads dan offdeck ads. Total ada 39 situs anggota idEA dan 21 situs anggota IDA yang menyatakan keberatan dan menyerukan penghentian praktik tersebut.Nampaknya apa yang menjadi sorotan banyak pihak yaitu intrusive advertising atau intrusive ads tersebut direspon oleh Telkomsel. Hal tersebut diungkapkan oleh VP Digital Advertising Telkomsel Haryati Lawidjaja pada saat dihelatnya Mobile Marketing Association (MMA) Forum Indonesia 2014 di Four Seasons Hotel, Jakarta, hari ini (13/11) tersebut.Melalui Haryati, Telkomsel mengatakan bahwa akan mereka akan meninggalkan intrusive ads dalam mengiklankan suatu produk kepada konsumen dan lebih menggunakan layanan Big Data yang mereka luncurkan beberapa hari lalu.Big Data ini merupakan layanan informasi dan analisa data perilaku sehari-hari konsumen secara kolektif yang dapat membantu para pebisnis untuk mengambil keputusan bisnis lebih cepat, mengelola consumer experience, merancang strategi bisnis yang lebih terarah dan meningkatkan operasional perusahaan, berdasarkan layanan tersebut.

Rekomendasi