Di mana Facebook, Path, WhatsApp, atau Line milik Indonesia?

Indonesia diharapkan segera membuat jejaring sosial sendiri

Bramy Biantoro
Oleh Bramy Biantoro - Reporter
Di mana Facebook, Path, WhatsApp, atau Line milik Indonesia?
Ilustrasi jejaring sosial tanah air. © MMA

Ketika membahas peluang pertumbuhan pesat perangkat dan ekosistem mobile tanah air, CEO dari Dentsu Aegis, Dick van Motman melontarkan sebuah pertanyaan yang cukup menohok kalangan start-up dan industri telekomunikasi tanah air. Apa itu?

Dick menyatakan bila pencapaian Indonesia di industri mobile masih belum maksimal jika melihat dari apa yang sudah dikorbankan dan dicurahkan sampai saat ini. Hal ini bisa dilihat dari belum munculnya jejaring sosial milik Indonesia sendiri. Padahal, Indonesia adalah salah satu basis pengguna internet dan perangkat mobile terbesar di dunia.

"Meskipun pengguna mobile Indonesia besar, pencapaian Indonesia masih belum seperti apa yang diharapkan. Di mana Facebook, Path, WhatsApp, atau Line milik Indonesia?" ujar Dick di panggung MMA Forum Indonesia 2014 hari ini (13/10).

Adanya hambatan di industri mobile tanah air juga diamini oleh Yasir Riaz selaku Managing Director dari Starcom MediaVest Indonesia via akun Twitternya.

"Potensi ekosistem mobile di Indonesia sangat tinggi, tetapi apa yang kini menghambatnya?" ungkap Yasir dalam tweet-nya.

Indonesia memang dikenal mampu membuat sebuah tren dalam skala besar lewat sosial media, namun ironisnya kita juga belum mempunyai infrastruktur dan sarana seperti sosial media 'pribadi' yang mumpuni untuk menggenjot perkembangan industri dan marketing mobile tanah air.

Kekurangan ini bisa diamati dari jumlah pengguna mobile yang meng-klik iklan lewat gadget mereka. Dalam presentasi di MMA Forum kali ini, terkuak bahwa prosentase total pengguna yang meng-klik mobile-ad atau iklan mobile sangat sedikit, sekitar 56 persen. Angka ini jauh tertinggal dari negara lain seperti China dan India yang mencapai 90 dan 87 persen. Bahkan, negara kecil seperti Hongkong mampu mencatatkan prosentase hingga 78 persen.

Oleh sebab itu, di gelaran MMA Forum Indonesia 2014 kali ini, banyak yang berharap Indonesia bisa segera membuat 'the next' Facebook, Line, atau WhatsApp yang nantinya bisa ikut membantu menggairahkan pertumbuhan industri mobile tanah air, mirip seperti yang dilakukan oleh jejaring sosial 'Weibo' milik China.

Rekomendasi