Di salah satu agenda MMA Forum (MMAF) Indonesia 2014 akan dibahas masalah menarik tentang pengaruh teknologi terhadap hubungan antara vendor dan konsumennya. Lalu, mengapa agenda bertajuk 'Reimagining Mobile' ini sangat penting bagi masa depan marketing mobile di Indonesia?
Hal tersebut tidak lain karena sebagai organisasi global marketing terkemuka, MMA sudah sering berhubungan teknologi marketing mobile dengan beberapa vendor raksasa, salah satunya adalah Samsung. Ilmu yang ditularkan oleh MMA dari vendor macam Samsung di MMAF kali ini tentunya bisa sangat berguna untuk perkembangan marketing mobile tanah air.
Lebih lanjut, pada tahun 2013, metode marketing Samsung untuk smartphone Galaxy S3 dengan tajuk "Samsung Share to Go" menyabet juara 2013 MMA Smarties Gold Winner Innovations. Ketika itu, Samsung Amerika berhasil membuat Galaxy S3 mengalahkan penjualan iPhone selama masa kampanye "Samsung Share to Go". Bagaimana bisa?
Samsung menggunakan teknologi komunikasi lokal NFC sebagai sarana marketing sekaligus menyebar konten menarik untuk para pengguna Galaxy S3. Fokus pada konsumen berusia di bawah 35 tahun, Samsung memamerkan kemampuan Galaxy S3 sembari melakukan promosi secara bersamaan dengan memasang papan reklame canggih yang menampakkan foto seseorang memegang Galaxy S3.
Papan reklame itu dipasang di tempat-tempat yang sering dilalui oleh calon konsumen potensial dan pengguna Galaxy S3 sendiri seperti bioskop, kampus, hingga mal. Uniknya, pengguna Galaxy S3 bisa mengunduh lagu gratis, video, atau e-book secara otomatis hanya dengan menempelkan smartphone mereka ke dekat foto Galaxy S3 di papan reklame itu.
Ternyata, papan reklame unik itu juga dilengkapi dengan teknologi NFC yang dapat memberikan konten-konten menarik bagi para pengguna Galaxy S3 secara gratis. Meski terkesan sepele, hal ini juga memperlihatkan pada calon pembeli bila Galaxy S3 saat itu menjadi pioner dalam teknologi berbagi antar smartphone. Bahkan, lewat marketing papan reklame canggih ini, Samsung juga turut mengedukasi pengguna terkait adanya teknologi NFC.
Tidak disangka, pengguna metode marketing mobile berteknologi ini membuat 1,4 juta orang tertarik untuk melihatnya dan sekitar 90.000 pengguna Galaxy S3 mencoba menggunakan teknologi NFC lewat papan reklame itu.
Melihat keberhasilan itu, tidak berlebihan bila kita berharap banyak perusahaan mobile atau vendor smartphone tanah air bisa belajar dari penggunaan teknologi terbaru terkait marketing mobile di MMA Forum Indonesia yang akan diadakan tanggal 13 November nanti.
Dengan begitu, vendor tanah air bisa mengetahui metode terbaik yang dapat diambil dalam memasarkan produk secara efektif melalui perangkat mobile lewat bantuan teknologi. Mungkin saja dalam beberapa tahun mendatang Indonesia sudah mempunyai sistem marketing berbasis teknologi mobile yang tak kalah dengan metode iklan 'Share to Go' milik Samsung.