WikiLeaks adalah situs yang getol mengungkap isu-isu kontroversial terkait penyadapan dan aksi mata-mata di baik di dunia nyata atau dunia maya. Yang terbaru, mereka mengungkap daftar negara yang membeli teknologi mata-mata dari perusahaan Jerman, FinFisher. Ironisnya, beberapa dituding menggunakannya untuk hal-hal ilegal.
FinFisher adalah perusahaan yang membuat piranti lunak mata-mata atau penyadapan yang sering dijual pada beberapa agensi, termasuk agensi pemerintah. Dikutip dari Mashable (15/09), software-software mata-mata tersebut didesain untuk menyadap atau mengintervensi aliran komunikasi dan data dari komputer hingga ponsel, bahkan Skype, email, dan chatting.
Senin kemarin (15/09), WikiLeaks mempublikasikan kumpulan dokumen dan file yang memuat konsumen FinFisher dan jenis-jenis software mata-mata yang mereka beli. Dokumen yang disebut 'Spy Foles' tersebut diketahui merupakan hasil peretasan yang dilakukan oleh hacker anonim sekitar bulan Agustus lalu.
Upaya publikasi data software mata-mata yang dijual pada pemerintah oleh FinFisher diharapkan mampu membuat para peneliti atau masyarakat dunia membuat sistem pertahanan untuk melindungi diri. Hal ini mencegah eksploitasi data personal yang berujung pada pelanggaran hak asasi manusia.
Peneliti dari Universitas Toronto yang tergabung dalam 'Citizen Lab' pernah mempublikasikan daftar negara-negara konsumen software FinFisher dengan jumlah total 36 negara! Dalam daftar negara-negara tersebut terdapat negara besar seperti Australia, Belanda, dan Italia. Negara-negara kecil lain seperti Pakistan, Vietnam, hingga Mongolia juga dikabarkan pernah membeli software mata-mata dari FinFisher.