China larang Microsoft ikut campur investigasi anti monopoli

Microsoft bersama tiga perusahaan teknologi raksasa lain asal Amerika menjadi target investigasi China

Bramy Biantoro
Oleh Bramy Biantoro - Reporter
China larang Microsoft ikut campur investigasi anti monopoli
Markas Microsoft di China. ©2012 Merdeka.com

Meskipun Microsoft baru saja meluncurkan smartphone baru seri Lumia di China, nyatanya hal tersebut tidak mampu mendamaikan hubungan Microsoft dan China. Sekarang China malah mewanti-wanti Microsoft untuk tidak ikut campur dalam urusan mereka. Apa yang terjadi?

Seperti yang dilaporkan oleh The Wall Street Journal (04/08), pemerintah China telah memperingatkan Microsoft untuk tidak ikut campur dalam proses investigasi anti monopoli yang tengah dilakukan oleh China.

Salah satu petinggi Microsoft di China, Mary Snapp, kabarnya telah diinterogasi terkait kasus ini. China merasa bila intervensi Microsoft dalam investigasi anti monopoli yang menyangkut perusahaan teknologi asal Negeri Paman Sam telah mencederai kesepakatan awal Microsoft ketika mengajukan kerjasama dengan China.

Aksi investigasi China menyasar perusahaan besar macam Google, Apple, Facebook, dan Microsoft sendiri. Microsoft masuk dalam daftar investigasi setelah menerima komplain terkait masalah kode sistem operasi Windows dan software Microsoft Office di China, The New York Times (04/08).

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah China tentang berapa lama investigasi tersebut akan berjalan atau apakah Microsoft akan dinyatakan bersalah dalam kasus ini. Padahal beberapa waktu yang lalu pemerintah China telah 'menghukum' Microsoft dengan melakukan pelarangan pemakaian  sistem operasi Windows 8 untuk perangkat komputer di area pemerintahan China.

Namun bisa diprediksi bila pada akhirnya Microsoft harus tunduk pada segala keputusan pemerintah China terkait masalah investigasi ini. Terutama bila tidak ingin dilarang menjual produk mereka di Negeri Tirai Bambu.

Rekomendasi