Tidak ada yang menyangka jika permainan menyusun balok ciptaan orang Rusia ini bisa bantu perusahaan game asal Jepang kuasai dunia.
Tetris, permainan simpel yang sering bikin orang kecanduan ini lahir 30 tahun yang lalu berkat jerih payah Alexey Leonidovich Pajitnov, programmer yang berasal dari negara yang dulunya masih dikenal dengan nama Uni Soviet tersebut.
Melihat prospek yang cerah pada permainan ini, Nintendo memasukkan Tetris dalam paket penjualan konsol Game Boy yang dijual di Amerika. Meskipun dua kompetitor lain seperti Atari dan Sega juga menyertakan Tetris pada konsol game mereka, memang Game Boy lebih menarik untuk dibeli karena menawarkan waktu bermain yang lebih panjang hingga 12 jam, Gizmodo (7/6).
Tak ayal, dalam beberapa minggu saja setelah debutnya di tahun 1989, Tetris menjadikan Game Boy sebagai konsol game portabel yang mampu menembus 1 juta pengguna, cukup hebat untuk konsol game di masanya.
Hebatnya, sesaat sebelum diluncurkan pada Game Boy Color, Tetris sudah berkontribusi atas terjualnya 120 juta konsol game portabel milik Nintendo itu. Game Boy pun dianggap sebagai konsol yang hampir menguasai seluruh gamer di dunia pada masanya.
Uniknya, Tetris juga diklaim sebagai game perekat hubungan antara Uni Soviet dan Amerika. Tetris mencatatkan rekor sebagai video game Uni soviet pertama yang 'diimpor' oleh Negeri Paman Sam untuk komputer 'jadul' Commodore 64.
Hal sebaliknya terjadi di benua Eropa, saat game ini sering diperjualbelikan secara ilegal lewat aksi-aksi pembajakan. Bahkan kabarnya pemerintah Rusia waktu itu harus bertarung memperebutkan lisensi Tetris dengan beberapa pengembang game dari Eropa, Yahoo (7/6).