Uang USD 2,9 miliar yang digelontorkan Lenovo untuk mengakuisisi Motorola dari Google ternyata dianggap tidak sia-sia. Menurut analis, ini merupakan langkah pintar untuk membuat bisnis smartphone asal China itu kuat.
Seperti yang dilansir oleh Mashable (29/1), analis Frank Gillett dari Forrester Research menganggap bahwa ini adalah langkah tepat yang dilakukan Lenovo. Hal ini akan membuat pesaingnya seperti HP, Dell, Sony dan Acer jadi makin terbebani.
"Membeli Motorola adalah jalan pintas bagi Lenovo untuk mendapatkan akses ke pasar smartphone premium terlebih sebelumnya Motorola sudah lekat dengan brand Androidnya Google. Menggunakan Motorola sama seperti ketika Lenovo akuisisi IBM ThinkPad, mereka bisa mendapatkan akses dan kredibilitas tinggi dan membuat publik berpikir bahwa Lenovo benar-benar bagus," kata Gillet.
Meski begitu, Lenovo juga mesti melakukan beberapa tindakan agar langkahnya di pasar smartphone makin menanjak. Antara lain dengan memberikan desain dan marketing lebih terutama bagi pasar di Amerika Serikat dan Barat.
"Ambisi Lenovo untuk berkembang dan menjadi salah satu pemain besar dengan mengakuisisi brand ternama memang masuk akal," tutupnya.
Kemarin, Rabu 29 Januari 2014, Google secara resmi mengumumkan telah melepas Motorola pada Lenovo seharga USD 2,9 miliar. Dengan begitu, bisnis smartphone Google hilang sementara milik Lenovo akan makin menguat.
Seperti yang dilansir Mashable (29/1), penjualan yang dilakukan Google ini sendiri masih dibilang jual rugi mengingat dulu Google mengakuisisi Motorola seharga USD 12,5 miliar pada 2012. Memang Google pernah menjual divisi Motorola Home, namun harga jual divisi itu hanya USD 2,4 miliar sehingga kerugian Google mencapai USD 7,2 miliar.