CEO baru BlackBerry, John S. Chen, tak mau perusahaannya dianggap telah gagal. Dalam sebuah surat terbuka, dirinya yang telah menjabat selama 1 bulan ini kembali menyatakan optimis dengan masa depan perusahaan asal Waterloo tersebut.
Seperti yang dilansir oleh The Verge (2/12), untuk menjauhkan sentimen buruk tentang BlackBerry, Chen menyatakan keoptimisannya dalam bentuk surat terbuka. Surat ini pun kemudian dibagi-bagikan pada para pelanggan besarnya yang kebanyakan korporasi besar dunia.
"Tanda 'diobral' sudah dibuang dari perusahaan dan kami siap untuk bertahan," katanya.
Chen sendiri menyatakan bahwa masa depan BlackBerry adalah tetap melayani pelanggan utamanya, para korporasi dan organisasi besar di dunia. Hal ini dilakukan mengingat bisnis smartphone untuk umum mereka sudah tidak menjanjikan lagi.
"Kami akan kembali ke awal tujuan perusahaan ini dibuat - dengan memberikan solusi mobile end-to-end terbaik untuk pasar pebisnis dan korporasi," tulisnya.
Cara seperti ini sendiri bukanlah yang pertama kali dilakukan BlackBerry saat berada dalam kondisi krisis. Pada Oktober lalu misalnya, mereka bahkan pernah gencar beriklan yang menyatakan bahwa tak perlu khawatir dengan kondisi BlackBerry.
"Anda masih bisa percaya pada kami," tulis BlackBerry kala itu.