Penulis yang tidak suka Nabi Muhammad akhirnya bebas

Twit yang dituliskannya ternyata berdampak sangat fatal bagi kehidupan pribadinya.

Dwi Andi Susanto
Oleh Dwi Andi Susanto - Reporter
Penulis yang tidak suka Nabi Muhammad akhirnya bebas
Hamza Kashgari Mohamad Najeeb © Menassat.com

Seorang penulis asal Arab Saudi yang dipenjara sejak tahun lalu karena menuliskan twit yang menghujat Nabi Muhammad secara resmi dibebaskan.Kebebasan Hamza Kashgari Mohamad Najeeb atau biasa dipanggil Hamza Kashgari (24) dibetulkan oleh pengacaranya yang bernama Abdul Rahman Al Lahim. "Benar dia (Kashgari) telah bebas. Dia sekarang sudah berada di rumah dan bahagia karena bertemu kembali dengan ibunya," jelas Abdul, seperti dikutip dari Digital Journal (29/10).

Sayangnya, Menteri Keamanan Arab Saudi masih belum memberikan konfirmasi terhadap kebebasan pemuda ini.Pada awal tahun lalu, Hamza meninggalkan tanah kelahirannya, Arab Saudi menuju Malaysia setelah twitnya yang menghujat Nabi Muhammad membuat marah banyak orang Muslim konservatif serta mendapatkan ancaman untuk pembunuhan atas dirinya.Dalam twitnya, Kashgari menuliskan, "Banyak hal yang aku suka dari Anda (Nabi Muhammad), tapi banyak hal juga yang tidak aku sukai dari Anda. Banyak hal yang tidak aku mengerti dari Anda. Aku tidak akan berdoa untuk Anda."Sebelum ditahan dan melakukan hal yang membuat orang Islam marah tersebut, Kashgari bekerja sebagai kolomnis di harian lokal Arab Saudi bernama al-Bilad.Sesaat setelah kasusnya mencuat, al-Bilad langsung memecat pemuda ini. Tidak hanya itu saja, karena ulahnya itu, raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdulaziz bin Abdulrahman bin Faisal bin Turki bin Abdullah bin Muhammad bin Saud atau dikenal dengan nama King Abdullah, memerintahkan untuk segera menangkap Kashgari.Dia ditangkap di Malaysia pada tanggal 12 Februari 2012 dan diekstradisi dengan segera ke negara asalnya beberapa hari setelah menginjakkan kaki di negara Jiran tersebut.Setelah ditangkap, Kashgari langsung menghapus twitnya itu dan menuliskan pernyataan permintaan maaf. "Saya telah membuat kesalahan besar dan saya harap Allah dan semua orang dapat memaafkan saya," tulisnya dalam account pribadinya.Sayangnya, klarifikasi dan permintaan maaf Kashgari tidak dapat meredam kemarahan banyak pihak dan ancaman pembunuhan atas dirinya terus bermunculan.Tidak hanya orang awam saja, banyak juga para ulama di Arab Saudi juga menyerukan agar Kashgari dihukum mati. Uniknya, Kashgari harus meringkuk dalam penjara tanpa ada sidang atau tuntutan resmi terhadap dirinya.

Rekomendasi