Jejaring sosial tentunya diciptakan untuk membantu penggunanya bersosialisasi dengan mudah. Seperti jejaring Facebook dan Twitter memiliki banyak pengguna dari seluruh dunia.
Facebook dan Twitter memberi berbagai kemudahan bagi penggunanya untuk berinteraksi dengan teman-teman atau siapapun, bahkan dengan orang yang belum dikenal sebelumnya.
Dengan menggunakan jejaring sosial, Anda dapat merasakan serunya berinteraksi dengan teman-teman, teman lama, guru, serta keluarga. Berbagi cerita melalui status dan foto, Anda juga dapat saling memberikan komentar satu sama lain.
Namun, dibalik segala kemudahan yang ditawarkan, ternyata Facebook dan Twitter juga dapat menyebabkan perilaku anti sosial kepada penggunanya. Seorang yang anti sosial menunjukkan ketidakpedulian atau permusuhan kepada orang lain. Anti sosial secara formal disebut dengan Antisocial Personality Disorder.
Coba Anda amati, seberapa sering Anda melihat orang yang sedang berkumpul bersama teman-teman atau keluarga, namun mereka malah sibuk menggunakan gadget. Sampai-sampai, teman atau keluarga yang berada di sampingnya tidak dihiraukan karena asik berinteraksi dengan teman-teman di akun jejaring sosial miliknya. Tentu pemandangan seperti itu tak asing lagi bagi Anda.
Keasikan yang didapat dari jejaring sosial tersebut membuat mereka menjadi lupa akan waktu dan juga sekitarnya. Menurut survei yang dilakukan oleh Netdna-cdn.com, 24% orang kehilangan momen spesial mereka karena sibuk membagikan momen tersebut lewat jejaring sosial. Misalnya, Anda bertemu dengan sahabat lama di sebuah kafe. Tanpa sadar, Anda sibuk memainkan iPhone atau gadget untuk membagikan momen penting tersebut ke akun jejaring sosial.