Google menciptakan fitur baru bernama Inactive Account Manager yang mempunyai fungsi untuk mengontrol data penggunanya setelah mereka meninggal dunia.
Seperti dikutip dari PhoneArena (11/04), Inactive Account Manager bertugas untuk menjaga dan mengolah data pengguna yang sudah meninggal atau tidak aktif secara online dalam jangka waktu yang cukup lama.
Fitur ini sendiri nantinya akan mengolah data pengguna tersebut dalam dua cara yaitu dengan cara menghapusnya atau mengirimkannya ke seseorang yang dipercaya pengguna tersebut.
Data-data yang bisa dilindungi oleh fitur ini meliputi data pada layanan yang berada di bawah payung perusahaan Google seperti Gmail, Google+, Picasa, dan Blogger.
Pengaturan fitur Inactive Account Manager ini pun diklaim cukup mudah, pengguna tinggal memasukkan nomor telpon ataupun alamat email pada fitur tersebut. Fungsinya adalah agar Google dapat mengonfirmasi terlebih dahulu sebelum ada tindakan lebih lanjut.
Untuk jangka waktu sebelum pengaktifan fitur ini sendiri juga bisa diatur sesuai kehendak si pengguna. Pengguna tinggal merancang waktu misalnya dua bulan, enam bulan, atau sembilan bulan sebagai jangka waktu ketidakaktifan mereka dalam layanan milik Google tersebut.
Sebenarnya, fitur Inactive Account Manager ini hanya lah fitur pengaman data pengguna aplikasi Google. Fitur ini dibuat untuk memberikan rasa aman yang lebih terhadap data masing-masing pengguna.