Penyakit ini bakal bisa dideteksi lewat kecerdasan buatan

Kamis, 8 November 2018 12:00 Reporter : Fauzan Jamaludin
Penyakit ini bakal bisa dideteksi lewat kecerdasan buatan ilustrasi dokter. stemgenex.com

Merdeka.com - Kecerdasan buatan tengah menjadi pembahasan menarik di kalangan pegiat teknologi. Sebab dengan teknologi baru ini, akan banyak manfaat yang didapatkan dari penerapan kecerdasan buatan ini.

Bahkan bidang kedokteran pun akan mampu merasakan manfaat dari kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan disebut mampu menganalisis sejumlah besar data yang memungkinkan dokter melakukan studi, diagnosis, dan pencegahan suatu penyakit.

Terkini, sebagaimana dikutip dari World Economic Forum, Kamis (8/11) teknologi ini diyakini mampu mendiagnosis penyakit Alzheimer lebih dini. Hal ini dimungkinkan berkat penggunaan machine learning, yang menggunakan algoritma tertentu dalam mempelajari dan mengolah sejumlah data.

Cara kerja machine learning, dalam contoh sederhana, mirip seperti Siri memelajari suara penggunanya dan Facebook memprediksi jenis konten apa saja yang disukai penggunanya.

Untuk melakukan ini, peneliti menerapkan algoritma multilayer clustering guna menganalisis sejumlah besar data, yang diambil dari penelitian Alzheimers Disease Neuroimaging Initiative.

Data tersebut bersumber dari tes kognisi, pemindaian otak, dan cairan tulang belakang. Adapun penelitian ini melibatkan 562 orang yang mengalami gangguan kognitif ringan.

Sebelumnya, kecerdasan buatan asal Tiongkok dilaporkan berhasil mengungguli kemampuan diagnosis dokter.

Dilaporkan Xinhua, sebuah sistem kecerdasan buatan berhasil mengalahkan tim yang terdiri dari 15 doktor kenamaan Tiongkok dalam hal mendiagnosis tumor otak dan memprediksi hematoma.

Dari uji coba yang dilakukan, kecerdasan buatan ini berhasil mengunguli kemampuan dokter saat melakukan diagnosis dua penyakit tersebut. Dikutip dari The Next Web, Rabu (4/7/2018), kecerdasan buatan ini diberi nama BioMind.

Sistem ini dikembangkan oleh Artificial Intelligence Research Centre for Neurological Disorders dari Rumah Sakit Tiantan Beijing. Saat uji coba, kemampuan BioMind ternyata berada di atas rata-rata kemampuan para dokter.

Saat menelaah sejumlah kasus tumor otak, BioMind berhasil memprediksi benar sekitar 87 persen. Sementara para dokter hanya mampu menjawab benar 66 persen dari kasus yang diberikan.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Jeko I.R [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Kecerdasan Buatan
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini