Mengenal Snapask, aplikasi belajar dengan ribuan pengajar
Merdeka.com - Snapask, startup asal Hongkong mulai melebarkan sayapnya ke Indonesia. Produk yang ditawarkannya adalah aplikasi tutorial belajar. Mereka mengklaim bahwa pengguna aplikasinya ini dapat merasakan pengalaman belajar pribadi atau private.
Menariknya, Snapask ini merupakan startup yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Dengan teknologi kecerdasan buatan ini, Snapask mampu melakukan analisis profil masing-masing penggunanya. Tujuannya untuk bisa menganalisa kemampuan belajar masing-masing penggunanya. Karena tidak semua penggunanya memiliki kemampuan dalam belajar yang sama.
"Kami berharap siswa dapat belajar lebih percaya diri dan efisien dalam lingkungan yang lebih privat," kata Head of South East Asia Snapask Clement Tay saat bertemu dengan beberapa awak media di Jakarta, Selasa (8/5).
Lalu, bagaimana dengan mekanisme menggunakan aplikasi itu? Menurut Clement, siswa hanya perlu mengunduh Snapask di Google PlayStore maupun AppStore. Kemudian, setelah itu, pengguna akan diminta memasukan nomor telepon. Setelah memasukan nomor telepon, pengguna akan mendapatkan SMS berisi kode OTP untuk verifikasi login.
Selanjutnya siswa bisa memasukkan alamat email dan mengisi berbagai data. Misalnya jenjang pendidikan dan kelas, hingga pertanyaan yang ingin ditanyakan. Metode pengiriman pertanyaan beragam. Siswa bisa memotret soal yang dianggapnya sulit atau menuliskannya secara rinci. Begitu soal dimasukkan, Snapask akan mempertemukan siswa dengan tutor yang dianggap mampu menjawab pertanyaan.
"Untuk mendapatkan tutor, tak lebih dari 1 menit. Nantinya, tutor bisa membantu menjawabnya melalui ruang obrolan. Metode penyelesaian soal bisa dengan teks, pesan suara atau foto," jelas dia.
Siswa bisa memilih metode berlangganan, entah itu pay as you go atau membayar setelah satu sesi pertanyaan atau langganan bulanan. Untuk satu soal, biasanya siswa akan dikenai biaya mulai Rp 4.000-10.000 dengan lama sesi maksimal 10 menit.
Ada juga metode langganan bulanan yang yang berbeda-beda pembayarannya tergantung dari banyaknya pertanyaan. Misalnya untuk paket 50 soal siswa harus berlangganan sebesar Rp 475 ribu. Kemudian untuk paket 99 soal, siswa harus membayar sebesar Rp 890 ribu. Terakhir, paket unlimited di mana siswa bebas menanyakan pertanyaan sebanyak-banyaknya dengan biaya langganan Rp 990 ribu.
Snapask sendiri sudah ada di Indonesia pada kuartal ketiga tahun lalu. Saat ini, aplikasi yang telah mendapat pendanaan seri A sebesar USD 15 juta ini, telah memiliki 60.000 pelajar dan 4.000 orang tutor di Indonesia. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya