Foxconn berencana menginvestasikan USD 820 juta atau Rp 12 triliun dalam tiga tahun ke depan di Taiwan Selatan.
Rencana investasi ini bakal digunakan untuk membangun fasilitas manufaktur baru di wilayah itu untuk mendukung ambisi kendaraan listriknya. Hal itu disampaikan Foxconn dilansir dari laman Reuters, Senin (10/4).
Perusahaan, yang secara resmi disebut Hon Hai Precision Industry Co Ltd, mengatakan investasi di Kaohsiung akan mencakup pabrik pembuatan bus listrik dan baterai untuk kendaraan listrik.
Foxconn sebagai pemasok utama Apple dan perakit iPhone, memiliki ambisi besar di pasar EV karena berupaya mendiversifikasi basis pendapatannya.
Sebelumnya, Foxconn pernah bermasalah soal kepegawain di China yang membuat para karyawan protes hingga demo besar.
Protes dimulai setelah para pekerja, yang telah berada dalam isolasi Covid-19 yang ketat selama berminggu-minggu, mengetahui bahwa pembayaran bonus akan ditunda.
Sejak Oktober, dilaporkan telah banyak pekerja yang melarikan diri dari fasilitas, sehingga Foxconn pun mengiming-imingi insentif seperti gaji yang lebih tinggi dan bonus untuk mempertahankan staf mereka. Namun, faktanya mereka terus menunda pembayaran gaji.