Elon Musk Akui Stres Gara-gara AI Sampai sebut Teknologi yang Berbahaya
Merdeka.com - Bos Twitter, Elon Musk berkata terus terang bahwa ia benar-benar khawatir akan kecepatan pengembangan dan adopsi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Kecemasannya itu dirinya sampaikan saat acara Tesla’s Investor Day, belum lama ini.
Dilaporkan DailyStar, Selasa (7/3), dia tak menyangka betapa cepatnya AI ini berkembang.
Padahal di awal munculnya kecerdasan buatan, ia termasuk skeptis lantaran menduga bahwa AI akan berkembang butuh waktu yang lama.
Dirinya mengatakan hal itu karena ia merupakan salah satu mantan investor OpenAI, pembuat ChatGPT.
Itu dulu, namun sekarang lain cerita. Di hadapan publik, ia menyebut dibuat stress oleh AI dan mungkin secara tidak langsung berkontribusi terhadap percepatan adopsi kecerdasan buatan.
"Saya sedikit khawatir tentang AI ini," katanya.
Dia pun meminta teknologi tersebut harus diawasi oleh badan pengawas untuk memastikannya beroperasi demi kepentingan umum.
"Ini teknologi yang cukup berbahaya. Saya khawatir saya mungkin telah melakukan beberapa hal untuk mempercepatnya. Beberapa hal AI jelas berguna, seperti yang Tesla lakukan dengan self-driving," katanya. (mdk/faz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya