Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dukcapil Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Data Kependudukan Indonesia

Dukcapil Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Data Kependudukan Indonesia Dukcapil Sepakati Kerja Sama Pemanfaatan Data Kependudukan Indonesia. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengadakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan data kependudukan sekaligus penandatanganan perjanjian kerjasama, tentang Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan, dan KTP Elektronik.

Penandatanganan ini dilakukan bersama dengan sejumlah perusahaan, antara lain PT Bank Artos, PT BNI (Bank Negara Indonesia), PT BNI PJAP, PT Bank Yudha Bhakti, PT Mitra Pajakku, PT Nebula Surya Corpora, PT Nodeflux Teknologi Indonesia, diadakan di Jakarta, 31 Desember 2019.

"Kerjasama yang dijalin oleh kami dengan para mitra kerja terpercaya dapat bertindak sebagai penyelenggara platform, dimana keamanan data tetap diutamakan dengan tidak diberikan dan disalahgunakan kepada pihak lain. Para mitra kerja terpercaya hanya diberikan akses untuk melakukan verifikasi data dengan menggunakan data Dukcapil. Untuk itu, sosialisasi pemanfaatan data menjadi prioritas kami dalam mengutamakan pelayanan yang aman dan terintegrasi kepada masyarakat luas," jelas Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh.

Salah satu mitra kerja terpercaya dalam penandatanganan kerjasama yang dilaksanakan oleh Dukcapil adalah perusahaan anak bangsa bernama Nodeflux, perusahaan pertama berbasis Vision Artificial Intelligence/Kecerdasan Buatan yang berperan sebagai penyedia platform bersama untuk memberikan performa terbaik dalam pemanfaatan data tanpa resiko keamanan.

Sistem kerja yang masuk kedalam ranah kerja Nodeflux yakni memberikan performa teknologi canggih untuk melakukan proses verifikasi data yang memungkinkan tanpa adanya campur tangan manusia.

"Dalam kerjasama ini, tidak ada nama, alamat, tanggal lahir, pekerjaan, dan informasi lainnya yang keluar dari dari platform bersama. Dukcapil berperan penuh dalam pemegang keputusan, jika ada satu entitas memasukkan NIK-nya, kami akan mencocokkan dengan teknologi face recognition (pengenalan wajah) untuk memberikan kesimpulan akurasi dari NIK dengan wajah dari entitas tersebut. Saya bangga bahwa generasi muda Indonesia seperti Nodeflux, mampu menciptakan teknologi face recognition untuk bangsa Indonesia," jelas Zudan.

Verifikasi data yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk bidang perbankan dalam melakukan Electronic-Know Your Customer (E-KYC) telah mendapatkan perintah dari badan pemerintahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dimana seluruh lembaga perbankan harus melakukan verifikasi know your customer (KYC) berbasis nomor induk kependudukan atau NIK.

Upaya yang dilakukan oleh Dukcapil dalam melakukan kolaborasi ini menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan keamanan dan perlindungan data, sehingga menghindari adanya fraud. Zudan berharap adanya keterbukaan dari masyarakat untuk mempercayakan fungsi dan tugas kerja dari Dukcapil untuk optimalisasi pelayanan masyarakat.

"Terima kasih atas kepercayaannya terhadap data dukcapil maupun dukungannya, agar apa yang dimiliki oleh bangsa ini bisa menjadi lebih baik. Sehingga 266,5 juta data penduduk yang ada dalam database ini bisa kita kelola terus dengan penuh amanah," jelas Zudan.

Reporter magang : Roy Ridho (mdk/faz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP