Bos IOH soal Bisnis Fixed Mobile Convergence: Pasarnya Masih Gede Banget!
Merdeka.com - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menyatakan telah mempersiapkan strategi untuk mengembangkan layanan Fixed Mobile Convergence (FMC). FMC merupakan perpaduan layanan antara seluler dengan fixed broadband (Wi-Fi) yang terintegrasi.
Sederhananya, pengguna hanya menggunakan ‘satu operator’ yang dapat melayani seluruh kebutuhan internet baik di rumah maupun di luar rumah. Dengan demikian, layanan akan saling melengkapi.
"Kita sudah persiapkan dong," ungkap Direktur & Chief Regulatory Officer IOH, Muhammad Buldansyah kepada Merdeka.com saat acara Media Update IOH di Jakarta, Rabu (12/4).
Menurut pria yang akrab disapa Danny ini, internet fixed broadband yang akan digunakan sebagai layanan FMC menggunakan produk besutan IOH yakni HiFi. HiFi ini merupakan koneksi internet kabel optik atau Fiber to The Home (FTTH) yang baru dirilis pada September 2022.
"HiFi ini kan memanfaatkan jaringan IM2 dulu," ujar dia.
Perlu diketahui, Indosat Mega Media atau IM2 merupakan anak usaha IOH yang telah dibubarkan pada Desember 2021 lalu. Danny menyebut saat ini HiFi telah memiliki 400 ribu homepass. Ditargetkan pada awal tahun 2024 menjadi 1,5 juta homepass. Homepass yakni jaringan kabel serat optik yang sudah melewati rumah-rumah.
"Dari homepass yang terbangun, kita inginnya minimal sama dengan industri antara 10 sampai 20 persen dari homepass yang terbangun," ungkap dia.
Misalnya, bila target homepass yang digelar 1,5 juta, maka sekitar 300 ribu yang menjadi pelanggan. Namun yang perlu diketahui, potensi pasar FMC diakui Danny masih begitu besar. Persaingan memperebutkan kue terbuka luas dengan pasar yang besar.
"Kalau saya bilang begini, yang gampang itu sih kita gunakan datanya pelanggan PLN. Berapa sih pelanggan PLN se-Indonesia? Sekitar 65 juta kan. Artinya apa, 65 juta itu potensi yang dikoneksikan dengan ke FTTH. Sekarang pelanggan FTTH berapa, 11,2 juta. Ini berarti room-nya masih besar banget, 50 juta lagi loh. Ya, kan?" ujar Danny.
Sebagaimana diketahui, saat ini operator seluler ramai-ramai mulai mengembangkan layanan FMC. Langkah ini adalah upaya mereka untuk bisa mendapatkan pendapatan yang berkelanjutan. Tak tanggung-tanggung, IndiHome melakukan spin-off dari Telkom untuk dikelola Telkomsel. XL Axiata rela merogoh kocek untuk membeli LinkNet. Begitu juga Smartfren dengan Oxygen milik Moratelindo. (mdk/faz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya