Beda generasi, perkembangan satelit di Indonesia bertambah fungsi

Selasa, 7 Juni 2016 09:30 Reporter : Indra Cahya
Beda generasi, perkembangan satelit di Indonesia bertambah fungsi satelit palapa. 1.bp.blogspot.com

Merdeka.com - Sejak diluncurkan pada 1976, nama Indonesia dikancah teknologi satelit terus menggema dan diperhitungkan dunia. Keberhasilan Palapa A1 yang mengorbit di atas Samudera Hindia, membuat Indonesia diakui sebagai salah satu negara melek teknologi di masanya.

Namun, seiring dengan merebaknya negara yang ikut mengorbitkan satelit geostasioner domestik, Indonesia pun tak lagi menjadi lakon utama teknologi satelit. Sebaliknya, guna meningkatkan daya saing, Palapa terus diorbitkan dari generasi ke generasi dengan penambahan beragam fungsi.

Palapa A1


Ilustrasi Satelit Palapa A1 © colostate.edu

Dikenal sebagai salah satu satelit domestik pertama di wilayah Asia dengan koordinat di atas Samudera Hindia, satelit Palapa generasi A yang pertama memegang peran penting di bidang komunikasi. Kehadiran satelit Palapa A1 difungsikan untuk meratakan sebaran komunikasi di berbagai wilayah Indonesia.

Palapa Generasi A2-B4


Ilustrasi Satelit Palapa B2 © wikimedia.org

Adanya batas waktu operasional, membuat satelit Palapa perlu diregenerasi dalam kurun waktu tertentu. Di samping itu, pengorbitan satelit baru juga difungsikan untuk meningkatkan kualitas komunikasi antar wilayah di Indonesia. Setelah Palapa A1, satelit berikutnya yang diluncurkan adalah Palapa A2, Palapa Generasi B yang mencakup Palapa B1, Palapa B2, Palapa B2P, Palapa B2R dan Palapa B4. Semuanya dimiliki oleh Perumtel (Telkom).

Palapa Generasi C dan D


Ilustrasi Satelit Palapa C1, C2 © skyrocket.de

Semakin tingginya kebutuhan teknologi komunikasi yang lebih memadai, membuat Satelindo (Indosat) akhirnya memutuskan untuk mengorbitkan satelit sendiri. Palapa C1 akhirnya diluncurkan pada 1996. Disusul Palapa C2 yang juga diluncurkan pada tahun yang sama. Hingga yang terakhir adalah Palapa D pada 2009.

INDESCO

Satelit INDESCO (Infrastructure Development for Space Oceanography) merupakan satelit yang digunakan Pemerintah, dalam hal ini Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memantau kondisi kawasan laut Indonesia. Keunggulan satelit ini menggunakan iridium, sehingga bisa lebih mudah mendeteksi kapal, khususnya kasus pencurian ikan yang belakangan marak terjadi.

Palapa A2 dan A3


satelit palapa 1.bp.blogspot.com

Meski berbeda fungsi dengan Palapa A1, satelit Palapa A2 menjadi kebanggaan. Sebab, Palapa A2 merupakan satelit ekuatorial pertama Indonesia yang dikembangkan sendiri oleh LAPAN. Satelit mikro yang berbentuk serupa kota sabun ini mengemban fungsi khusus untuk pengawasan. Tiga misi utamanya adalah pengamatan bumi, pemantauan kapal, dan komunikasi radio. Setahun berikutnya, Palapa A3 dikembangkan oleh LAPAN bersama IPB dengan misi khusus di bidang pertanian.

BRIsat


Ilustrasi peluncuran dan satelit BRI ©2016 Merdeka.com

BRIsat merupakan satelit komunikasi pertama di dunia yang dimiliki dan dioperasikan oleh bank. Setelit ini menggunakan slot orbit 150.5 Bujur Timur yang sebelumnya menjadi slot orbit Palapa C2 milik Indosat. BRIsat dibuat oleh Space System/Loral (SS/L) Amerika Serikat dan diluncurkan Arianespace di Pusat Antariksa Perancis di Kourou, Guyana Perancis. Rencananya, satelit ini akan diluncurkan pada 9 Juni 2016 dini hari WIB.

Semoga ke depannya Indonesia lebih mandiri dalam mengakomodasi kebutuhan teknologi satelit di dalam negeri. [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini