Tabloid Indonesia Barokah
-
Politik •100 Eksemplar Tabloid Indonesia Barokah Ditemukan di Kantor Pos BogorSejumlah paket pengiriman yang diduga Tabloid Indonesia Barokah ditemukan di Kantor Pos Wilayah Bogor, Sabtu (2/1). Hal itu diketahui setelah pihak kantor pos menerima beberepa paket diduga berisi tabloid tersebut yang terbungkus dalam sebuah amplop cokelat.
-
Politik •TKN Dituding Soal Indonesia Barokah, Erick Thohir Ungkit Selebaran 'Say No JokowiKetua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir meminta pihaknya tak selalu disudutkan terkait Tabloid Indonesia Barokah. Dia mengungkap ada pula tabloid serupa yang menyerang pasangan inkumben Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin.
-
Politik •KPU Nilai Tabloid Indonesia Barokah Kampanye Negatif, Publik Harus Pintar MenyaringKPU menyebut Tabloid Indonesia Barokah yang menyudutkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden adalah bentuk kampanye negatif. KPU mengingatkan, berdasarkan aturan, kampanye negatif dilarang.
-
Politik •Tabloid Indonesia Barokah juga Tersebar di Denpasar, Jembrana & KarangasemDari data yang diperoleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali, ditemukan di Denpasar ditemukan 6 eksemplar, di Kabupaten Jembrana ditemukan 25 paket yang sudah terdistribusi 19 paket dan 6 paket ditahan.
-
News •1.035 Eksemplar Tabloid Indonesia Barokah Masih Ditahan di Kantor Pos BalikpapanBawaslu telah meminta secara resmi kepada kantor pos, untuk tidak mengedarkan tabloid Indonesia Barokah itu.
-
Politik •BPN Prabowo Desak Polisi Usut Tuntas Indonesia BarokahMantan Menteri ESDM itu menjelaskan, pihaknya meminta jika memang dari hasil penyelidikan kepolisian ditemukan ada pelanggaran maka pembuat tabloid Indonesia Barokah harus ditindak.
-
Politik •PSI Sarankan SBY Tertibkan Andi AriefToni menambahkan, tidak etis jika ada politisi yang membanding-bandingkan tabloid tersebut dengan tabloid kontroversial Obor Rakyat. Di mana Obor Rakyat pernah menghebohkan masyarakat pada 2014.
-
Politik •Eva Sundari Minta Bawaslu Buktikan Tabloid Pembawa Pesan Dibuat Caleg PDIP"Wah itu harus dibuktikan, kenapa enggak disebut sekalian? Supaya enggak ada teori-teori toh tabloidnya halal dan thoyiban? Tapi kok hebat banget ya enggak nggarap dapil galang suara? Kok nggarap isu?" kata Eva di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/1).
-
Politik •Dewan Pers: Tabloid Indonesia Barokah Tak Penuhi Syarat Perusahaan PersTabloid Indonesia Barokah dinilai bukan karya jurnalistik. Tabloid tersebut tersebar di sejumlah daerah yang dianggap meresahkan warga jelang Pilpres 2019. Tabloid itu dianggap menyudutkan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. Kubu capres oposisi inipun telah melaporkan hal tersebut ke polisi.
-
Politik •PDIP DKI Minta Bawaslu Tunjuk Hidung Caleg yang Sebar Tabloid Pembawa PesanKetua Fraksi PDIP DKI Jakarta mengaku belum mendapatkan laporan terkait tabloid tersebut. Hanya saja, jika berisi konten positif dan hasil kinerja calon presiden, tidak perlu dimasalahkan.
-
Politik •Kubu Jokowi Sebut Tak Produksi Tabloid Pembawa PesanKubu Jokowi juga tidak mungkin mengawasi hal demikian jika dikeluarkan pendukung. Hanya saja Karding mengimbau tidak melakukan kampanye hitam.
-
News •Ribuan Tabloid Indonesia Barokah Mengendap di Kantor Pos Banda Aceh Selama SepekanPetugas kantor pos Banda Aceh menemukan ada 5.039 eksemplar tabloid Indonesia Barokah yang hendak diedarkan. Rinciannya 1.014 ke pondok pesantren dan selebihnya 4.025 eksemplar ke masjid-masjid.
-
Politik •Setelah Indonesia Barokah, Muncul Tabloid Pembawa PesanSetelah tabloid Indonesia Barokah, giliran tabloid Pembawa Pesan yang beredar di masyarakat. Namun bedanya, tabloid Pembawa Pesan ini berisi konten positif untuk Capres Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.
-
News •Pengamat Media: Obor Rakyat Lebih Provokatif dari Tabloid Indonesia BarokahMenurut Direktur Indonesia New Media Watch ini, bila dikaji perspektif jurnalistik, Tabloid Indonesia Barokah jelas tak memenuhi unsur kelayakan diperlukan untuk sebuah media. Agus menilai, Tabloid Indonesia Barokah tidak berimbang, cenderung menghakimi dengan menulis soal Prabowo, HTI, dan 212 yang tidak diwawancara.
-
News •Kapolri Tegaskan Pengusutan Tabloid Indonesia Barokah Tunggu Kajian Dewan PersKapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, polisi tengah mempelajari kasus tabloid Indonesia Barokah yang dilaporkan kubu capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. Namun, Tito belum bisa memastikan apakah ada unsur pidana pada konten tabloid Indonesia Barokah tersebut.
-
Politik •Luhut Tak Persoalkan Tabloid Indonesia Barokah Selama Isinya BenarMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyoroti beredarnya Tabloid Indonesia Barokah yang dianggap menyudutkan pasangan Prabowo-Sandi. Luhut mengaku belum membaca seluruh konten yang ada di tabloid itu.
-
News •Bawaslu Sita 1.000 Eksemplar Tabloid Indonesia Barokah di Kantor Pos BalikpapanTabloid Indonesia Barokah itu diduga hendak didistribusikan ke sejumlah tempat ibadah di Kutai Kartanegara dan Samarinda.
-
News •Ratusan Eksemplar Tabloid Indonesia Barokah Tersebar di SumselKetua Bawaslu Sumsel, Iin Irwanto mengatakan, pihaknya telah menemukan tabloid ini sejak beberapa waktu lalu.
-
Politik •Tabloid Indonesia Barokah Belum Diproses, Kubu Prabowo Tuding Hukum Era Jokowi TumpulMenurut Andre, tak ada itikad polisi memproses laporan kasus tabloid Indonesia Barokah. Hal itu terlihat setelah laporan dilayangkan kubu Prabowo-Sandiaga selalu dimentahkan polisi dengan pelbagai alasan.
-
News •Andi Arief Tuding PDIP Dalang Indonesia Barokah, Hasto Sebut Demokrat TertekanSekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi tudingan Wasekjen Demokrat Andi Arief bahwa dirinya sebagai dalang di balik Tabloid Indonesia Barokah. Hasto menilai tudingan-tudingan demikian hanya politik gaya serangan.