Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
-
News •Pemerintah Targetkan Ratifikasi IEU-CEPA Rampung Semester II 2026, Perkuat Ekonomi Indonesia-UEPemerintah Indonesia menargetkan Ratifikasi IEU-CEPA selesai pada semester kedua 2026, membuka jalan bagi penguatan hubungan ekonomi dan perdagangan strategis dengan Uni Eropa.
-
News •Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Ekonomi, Harga Lebih Terjangkau Selama 60 HariPemerintah resmi menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket pesawat ekonomi domestik selama 60 hari melalui PMK 24/2026, bertujuan menjaga keterjangkauan harga dan keberlangsungan industri penerbangan nasional.
-
Ekonomi •Indonesia Tegaskan Pegang Perjanjian ART di Tengah Investigasi Dagang ASIndonesia tetap berpegang teguh pada Perjanjian Reciprocal Trade (ART) di tengah langkah Investigasi Dagang AS terhadap sejumlah mitra dagang, termasuk Indonesia. Simak respons pemerintah Indonesia selengkapnya!
-
News •Indonesia Raih Bebas Bea Masuk AS untuk 1.819 Produk, Perkuat Ekonomi NasionalKementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengonfirmasi Indonesia berhasil mendapatkan bebas bea masuk AS untuk 1.819 lini tarif, membuka peluang ekspor besar dan memperkuat ekonomi nasional.
-
News •Prabowo Harapkan Ramadan Damai dan Berkah, Pemerintah Siapkan Stimulus EkonomiPresiden Prabowo Subianto menyampaikan harapan agar umat Muslim Indonesia dapat menjalani Ramadan Damai dan penuh berkah, didukung paket stimulus ekonomi senilai Rp12,83 triliun.
-
Ekonomi •Pemerintah Salurkan Bantuan Pangan Beras dan MinyaKita untuk 33,2 Juta KPM, Antisipasi Ramadhan 2026Pemerintah Indonesia segera menyalurkan Bantuan Pangan Beras dan MinyaKita kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat menjelang Ram
-
News •Tahukah Anda, RCEP Mencakup 28% PDB Global? Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Sekretariat RCEPIndonesia menegaskan kesiapannya menjadi tuan rumah Sekretariat RCEP di Jakarta, langkah strategis untuk memperkuat kerangka kelembagaan dan kerja sama ekonomi regional. Apa dampak signifikan dari keputusan ini bagi ekonomi global?