Cikal Bakal Lahirnya Kabupaten Labuhanbatu, Ini Sejarah Kesultanan Bilah
Merdeka.com - Pada zaman dahulu, kepulauan Sumatra memiliki sistem pemerintahan yaitu kerajaan atau kesultanan yang tersebar di berbagai wilayah. Seperti halnya di Sumatra bagian Utara, terdapat satu kesultanan yang bernama Kesultanan Bilah.
Kesultanan Bilah terletak di Kabupaten Labuhanbatu atau tepatnya di Desa Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir yang berdiri sekitar tahun 1630. Kawasan tersebut merupakan cikal bakal lahirnya Kabupaten Labuhanbatu.
Asal usul Kesultanan Bilah sendiri berasal dari keturunan Raja Pagaruyung bernama Sultan Alamsyah Syaifuddin, yang mempunyai 3 anak bernama Sultan Batara Guru Pinayungan, Putri Lenggani, dan Sultan Batara Guru Payung. Kepergian mereka menuju Sumatra Timur lambat laun mereka menjadi raja di daerah tersebut karena kehebatannya.
Penasaran dengan sejarah singkat Kesultanan Bilah? Simak ulasannya yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.
Asal Usul Penamaan Kesultanan Bilah

©2023 Merdeka.com
Penamaan Kesultanan Bilah diambil dari kata "bilah" yang bermakna sebilang atau sepotong pohon yang berasal dari pohon nibung yang banyak tumbuh di pinggiran Sungai Bilah.
Masyarakat setempat sering menyebut pohon ini dengan nama bilah nibung atau bilah rotan. Dengan sebutan itu, kemudian asal mula penamaan Kesultanan Bilah dan juga sungai Bilah.
Sungai Bilah rupanya memiliki peranan penting bagi Kesultanan Bilah karena selain sungai terbesar di wilayah Labuhanbatu yang bermuara ke Selat Malaka, melainkan juga sebagai jalur perdagangan dan penghubung dengan wilayah lain. Sungai ini menjadi satu-satunya sarana mobilitas masyarakat setempat yang didominasi suku Melayu.
Berdiri pada Abad 17
Kesultanan Bilah merupakan salah satu kesultanan yang cukup tua di wilayah Sumatra Utara yakni berdiri sekitar tahun 1630 oleh Sutan Tahir Indra Alam. Ia memiliki darah keturunan dari Kesultanan Pinang Awan yang berada di Kota Pinang.
Berdiri sebagai Kesultanan Islam, Kesultanan Bilah rupanya juga ikut terlibat dalam penyebaran agama Islam di wilayah kekuasaannya. Pada masa pemerintahan Sutan Tahir Indra Alam, penyebaran agama Islam sudah menyebar ke wilayah Panai dan Kota Pinang.
Penyebaran agama Islam oleh Kesultanan Bilah terbilang cukup efektif, hal ini terbukti sudah mempengaruhi sistem kepercayaan masyarakat lokal. Tak heran saat ini wilayah Kabupaten Labuhanbatu mayoritas beragama Islam.
Masa Kejayaan
Melansir dari artikel "Sejarah Kesultanan Bilah Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara tahun 1630-1945" karya Meila Ningsih dkk, Kesultanan Bilah mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Tengku Musa Gelar Sultan Bidar Alamsyah.
Pada tahun 1862, Angkatan Laut Belanda bersandar di Kampung Labuhanbatu dan membuat tempat pendaratan dari batu beton yang kemudian menjadi tempat singgahnya kapal-kapal dari berbagai daerah. Di tahun yang sama, Kesultanan Bilah tunduk kepada Belanda. Pada masa pemerintahan Tengku Musa juga menguasai beberapa daerah seperti Rantauprapat.
Kondisi kejayaan Kesultanan Bilah terlihat dari aspek pemerintahan, sosial, ekonomi, budaya, dan agama. Salah satu contohnya pada aspek pemerintahan, Kesultanan Bilah mampu menambah daerah kekuasaannya di antaranya Kerajaan Rantauprapat, Kerajaan Na Sembilan, dan Na Sepuluh.
Masa Keruntuhan
Masa keruntuhan Kesultanan Bilah terjadi pada tahun 1945 atau bertepatan dengan proklamasi dan terjadi pembantaian serta adanya Revolusi Sosial yang terjadi pada tahun 1946.
Keruntuhan Kesultanan Bilah sendiri pada masa pemerintahan Sultan Adil Bidar Alamsyah, karena pada saat itu Kesultanan Bilah tidak memiliki pengaruh dan tidak menjalankan pemerintahannya. Selain itu, terbunuhnya keturunan terakhir atau putra dari Sultan Adil Bidar Alamsyah bernama Tengku Murad.
Selain itu, faktor keruntuhan lainnya adanya perebutan tahta antar keturunan Raja Nulong atas Kesultanan Bilah. Kemudian adanya hubungan pernikahan antara kepala daerah dengan keluarga Kesultanan yang memicu terjadinya konflik internal yang menyebabkan mundur atau runtuhnya sebuah pemerintahan.
(mdk/adj)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya