Rumah Tradisional di Sumbar Ini Dibangun Tanpa Paku, Ini Rahasianya Bisa Berdiri Kokoh

Tanpa paku, bagaiaman rumah tradisional ini bisa berdiri?

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Rumah Tradisional di Sumbar Ini Dibangun Tanpa Paku, Ini Rahasianya Bisa Berdiri Kokoh
Rumah Tradisional Mentawai (Wikipedia © 2023 merdeka.com)

Salah satu rumah tradisional unik berada di Mentawai, Sumatra Barat. Di sana, tempat tinggal bukan hanya hunian semata. Bagi masyarakat Mentawai rumah tersebut sudah menjadi ciri identitas sosial dan spiritual.

Masyarakat Mentawai menyebut rumahnya dengan nama Uma. Uma sendiri memiliki keunikan tersendiri yang tidak ada di rumah-rumah lainnya.

Rumah tradisional ini menggunakan kayu Arriribuk, sebagai bahan utama untuk membangun Uma.

 Berikut merdeka.com menghimpun keunikan rumah tradisional Mentawai yang dihimpun dari beberapa sumber.

Tanpa Gunakan Paku

<b>Tanpa Gunakan Paku</b>
Dok. Istimewa

Mengutip dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, keunikan dari Uma ini adalah dibangun tanpa menggunakan paku.

Lalu, bagaimana rumah ini bisa berdiri?

Rahasia rumah tradisional ini bisa berdiri kokoh meski tanpa paku ialah menggunakan sistem sambungan silang bertakik dan sambungan pasak yang apik. 

Kerangka bangunannya terdiri lima jenis konstruksi dari tonggak-tonggak, balok-balok dan tiang-tiang penopang atap.

Kerangka ini dibangun secara berjejer melintang ke belakang serta  saling berhubungan dengan balok yang memanjang.

Kekuatan struktur bangunan Uma dihasilkan dari teknik ikat, tusuk, dan sambung tradisional khas Mentawai. Tak heran jika rumah ini dikategorikan hunian yang kuat meski tanpa menggunakan paku.

Atap Terbuat dari Rumbia

Bangunan Uma secara mata telanjang mirip rumah dengan atap tenda memanjang yang dibangun di atas tiang-tiang.

Menariknya, atap hunian Uma terbuat dari rumbia yang menjulur sampai ke bawah bahkan hampir mencapai lantai rumah.


Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Melihat dari material Uma yang digunakan, turut menggambarkan ciri khas masyarakat Mentawai yang lekat dengan kehidupan sederhana dan seni ukir kayu.

Pembagian Ruangan yang Sederhana

Selain struktur bangunan, pembagian ruangan Uma ini terbilang sederhana.

Mengutip dari liputan6.com, pada bagian depan terdapat sebuah serambi terbuka yang berfungsi untuk menerima tamu atau disebut Talaibo.

Kemudian, bagian ruangan lainnya biasa digunakan untuk ruang tidur keluarga. Tak hanya itu, di tempat ini juga ada perapian yang digunakan untuk memasak.

Terpisah Dua Wilayah

<b>Terpisah Dua Wilayah</b>
Dok. Istimewa

Dalam pembagian ruangan, masyarakat juga menerapkan pemisahan atau sekat menjadi dua wilayah yaitu wilayah kiri dan kanan. Konon, pada bagian kiri dan kanan Uma adalah unsur yang sakral dan berhubungan erat dengan konfigurasi pemasang setiap elemen dari alam mereka.

Pada bagian wilayah kiri, tempat bagi wanita baik tamu maupun penghuni Uma. Sementara di wilayah kanan ditempati laki-laki dan kepala suku keluarga.

Pembagian tersebut muncul karena saat pemasangan elemen Uma, bagian pangkal pohon selalu ditempatkan di kanan dan depan. Sementara bagian ujung pohon ditempatkan di sisi kiri dan belakang. Mereka percaya bahwa Uma merupakan bentuk alam yang berubah bentuk menjadi tempat tinggal mereka.

Kayu Arriribuk yang Kini Mulai Langka

Tetapi, sisi lain dari keunikan Uma ini adalah keberlangsungannya yang saat ini cukup mengkhawatirkan.

Hal ini disebabkan oleh faktor manusia yang mengakibatkan kurangnya kayu Arriribuk, sebagai bahan utama untuk membangun Uma.

Rekomendasi