Potret Dulu Vs Kini Benteng Kuto Besak Palembang, Dibangun Selama 17 Tahun

Benteng Kuto Besak, bangunan bersejarah yang digagas oleh Sultan Mahmud Badaruddin I.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Potret Dulu Vs Kini Benteng Kuto Besak Palembang, Dibangun Selama 17 Tahun
Potret Dulu Vs Kini Benteng Kuto Besak Palembang, Dibangun Selama 17 Tahun (Merdeka.com)

Potret Dulu Vs Kini Benteng Kuto Besak Palembang, Dibangun Selama 17 Tahun 

Benteng ini digagas oleh Sultan Mahmud Badaruddin I, Kesultanan Palembang pada abad 18. 

Benteng ini menurut sejarahnya sudah mulai dibangun sejak abad ke-18, tepatnya pada tahun 1780. Entah siapa yang merancang bangunan tersebut, namun digagas oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang saat itu masih menjabat sebagai kepala pemerintahan.

Saat ini, bangunan benteng menjadi salah satu objek wisata yang ada di sudut kota Palembang. Hal ini terlihat dari letak benteng yang menghadap sungai Musi ini tak hanya sebagai wisata sejarah melainkan juga, melainkan menjadi tempat hiburan terbuka.

Penasaran dengan sejarah dan keunikan benteng ini? Simak rangkumannya yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Sejarah Singkat

<b>Sejarah Singkat</b>
Dok. Istimewa

Melansir dari beberapa sumber, benteng ini memang tak diketahui secara pasti siapa yang merancang, namun pelaksanaannya sendiri di bawah pengawasan seorang Tionghoa. Benteng ini digagas oleh Sultan Mahmud Badarudin I. (Foto: wikipedia)

Sultan Muhammad Bahauddin yang menjabat tahun 1776-1803 melanjutkan proses pembangunan. Sultan Muhammad Bahauddin ialah penerus Sultan Mahmud Badarudin I.

Ia merupakan tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam dunia perdagangan.

Tak hanya itu, dirinya juga seorang agamawan yang mengubah Palembang menjadi poros sastra agama di Nusantara.

Pusat Kesultanan Palembang

Sebelum ditetapkan menjadi benteng, pada abad 18 tempat ini awalnya bangunan keraton  yang menjadi pusat Kesultanan Palembang.

Keraton ini berdiri di atas tanah yang luas dan menghadap langsung ke Sungai Musi. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain itu, kraton ini juga dilengkapi dengan meriam-meriam, memiliki lahan yang luas, balai agung, dan juga gerbang yang besar. Di dalamnya, ada keputren, paseban, ruang tamu, tempat kediaman sultan dan permaisuri. Ada pula kolam di tengah kraton dan juga akses jalan menuju masjid utama kerajaan. (Foto: hallo.palembang.go.id)

Berbentuk Persegi Panjang

Bentuk benteng ini adalah persegi panjang, memiliki selekoh atau sudut yang menjorok keluar berbentuk trapesium. Selekoh dibangun di bagian sudut Utara, Timur, dan Selatan. Sedangkan pada sisi Barat selekohnya berbentuk segi lima.

Benteng Kuto Besak juga dilengkapi dengan pintu yang ada di sisi Timur Laut, Barat Laut, dan Tenggara. Kemudian, ada celah-celah kecil yang digunakan untuk mengintai apabila ada musuh datang. Untuk ukuran zaman dulu, benteng ini sudah termasuk bangunan mewah, hal ini ditambah adanya dermaga untuk jalan sultan menuju Sungai Musi.

Dibangun Selama 17 Tahun

Keunikan dari gagahnya benteng ini adalah saat proses pembangunannya. Semen perekat yang menempel pada bangunan ini menggunakan batu kapur dari daerah pedalaman Sungai Ogan ditambah dengan dengan putih telur.

Wajar saja, proses pembangunan benteng yang luas ini memakan waktu yang cukup lama, yaitu sampai 17 tahun! Benteng Kuto Besak resmi berdiri pada tahun 1797.

Saat ini, benteng tersebut sudah ditetapkan sebagai cagar budaya indonesia pada tahun 2004 oleh Kemdikbud. 

Rekomendasi