Banjir dan Longsor Melanda Padang Pariaman Sumatra Barat, Ini Faktanya

Bencana alam banjir dan longsor baru saja melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Dikabarkan bencana tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem yang kawasan tersebut sejak hari Sabtu (6/5) sore hingga Minggu (7/5) siang.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Banjir dan Longsor Melanda Padang Pariaman Sumatra Barat, Ini Faktanya
Ilustrasi tanah longsor. ©2017 Merdeka.com

Bencana alam banjir dan longsor baru saja melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Dikabarkan banjir dan longsor terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut sejak hari Sabtu (6/5) sore hingga Minggu (7/5) siang.

Akibat bencana alam tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman mencatatkan sebanyak 29 wilayah telah direndam banjir dan juga tanah longsor.

"Itu berdasar data yang dihimpun hingga Minggu pada pukul 15.00 WIB. Selain banjir dan longsor, Padang Pariaman juga mengalami bencana angin puting beliung yang mengakibatkan pohon-pohon tumbang," kata Kepala Pelaksana BPBD Padang Pariaman Budi Mulya melansir dari liputan6(8/5).

Budi Mulya menjelaskan, ketinggian air banjir yang melanda kawasan tersebut bervariasi tergantung dari geografis nagari (wilayah) mulai dari 30 hingga 200 sentimeter.

"Akibat banjir tersebut, sejumlah jembatan dan sawah rusak. Kemudian rumah warga dan fasilitas ibadah juga terendam air," ungkapnya.

Hingga saat ini, sejumlah warga yang terdampak banjir sempat diungsikan oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Padang Pariaman menuju lokasi yang lebih aman agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Melansir dari liputan6.com, terdapat wilayah yang terdampak banjir di antaranya Kampuang Galapung Ulakan, Ulakan, Manggopoh Palak Gadang, Sandi Ulakan, Sungai Gimba Ulakan, Seulayat Ulakan, dan Tapakih, di Kecamatan Ulakan Tapakis.

Kemudian ada wilayah Padang Kandang Pulau Aia, Kurai Taji, Kapalo Koto, dan Padang Bintungan di Kecamatan Nan Sabaris. Sintuak, Toboh Gadang Barat, dan Toboh Gadang Timur di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.

Lalu, Kapalo Hilalang di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Campago di Kecamatan V Koto, Lubuak Aluang di Kecamatan Lubuak Aluang, Batu Gadang Kuranji Hulu di Kecamatan Sungai Garinggiang, Kasang di Kecamatan Batang Anai, dan Gasan Gadang di Kecamatan Batang Gasang.

Untuk bencana longsor, akses jalan di lokasi terdampak menjadi terganggu dan beberapa rumah milik warga juga ikut tertimbun longsor. Wilayah yang terdampak di antaranya Kudu Gantiang di Kecamatan V Koto Timur, Campago di Kecamatan V Koto, Balah Aia dan Lareh Nan Panjang di Kecamatan VII Koto, serta Tandikek di Kecamatan Patamuan.

Kemudian wilayah III Koto Malintang Timur dan III Koto Malintang Selatan di Kecamatan IV Koto Aua Malintang, Pasia Laweh Lubuk Alung di Kecamatan Lubuk Alung, serta Kuranji Hulu di Kecamatan Sungai Garinggiang.

Pohon tumbang juga terdeteksi di beberapa wilayah seperti di tujuh nagari yaitu Parik Malintang di Kecamatan Enam Lingkung, Limpato Sungai Sariak di Kecamatan VII Koto, Kuranji Hilir di Kecamatan Sungai Limau, dan Kudu Gantiang di Kecamatan V Koto Timur. Lalu Sintuak di Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kurai Taji di Kecamatan Nan Sabaris, dan Ulakan di Kecamatan Ulakan Tapakih.

Rekomendasi